"Raff, aku ini seorang ibu." Snow mengatakan kalimat itu tepat ketika keduanya saling melepas nikmat. Raffa masih tergolek di atas tubuh Snow dengan kepala yang ditenggelamkan pada tengkuk leher. Sedangkan Snow merebah pasrah, tapi tangannya memeluk erat tubuh Raffa dari bawah. "Aku tau," balas Raffa seraya perlahan bangkit dan menumpu tubuhnya dengan sebelah lengan. Helai rambut yang basah ulah peluh membingkai wajah Snow yang sedikit gelisah. Bibirnya dilipat. Alisnya sedikit mengkerut. Matanya tak henti menyorot ke arah Raffa yang tengah mengusap dahi Snow dengan lembut. "Kamu nyesel?" tanya Raffa. "Maaf." Snow menggeleng. "Bukan itu. Tapi, kamu harus tau kalo ini nggak gampang." Raffa tersenyum. Kini, dia tahu apa yang Snow maksud. Status. Mereka berdua berbeda status. Raffa pah

