Tuan Ganjar menghubungi Albima untuk mengirimkan daftar nama teman-temannya yang akan diundang. Karena, undangan sudah selesai dicetak, tetapi hanya nama-nama kolega dan karyawannya saja yang baru masuk. Sedangkan teman-teman pengantinnya sendiri belum ada datanya. Albima meminta penangguhan dulu, kalau bisa tidak perlu mengundang teman-temannya. Dengan alasan, ia baru kembali ke Indonesia, dan belum begitu banyak memiliki teman. “Papa tidak mau tahu, Bima. Pokoknya, hari ini juga kamu harus kirimkan nama-namanya ke Papa. Termasuk juga nama teman calon istrimu,” tegas Ganjar tak mau dibantah. “Tapi, Pah…” “Tidak ada tapi-tapian, Bima! Papa tunggu dateline sampai malam ini. Sabtu pagi, surat undangannya akan segera disebarkan. Paham, Bima!” “Ya,” sahutnya malas. “Okay, Papa tunggu sec

