Kehidupan Maya dan Rendra yang tenang selama tiga bulan terakhir tiba-tiba dihadapkan pada serangkaian konfrontasi yang datang silih berganti. Seolah alam semesta sedang menguji apakah mereka benar-benar sudah siap untuk "sama" selamanya. --- Senin pagi, kantor Maya. Maya baru sampai ketika Rina menyambutnya dengan wajah panik. "May, ada yang nungguin lo di ruang tamu!" Maya mengernyit. "Siapa?" Rina ragu. "Mama-nya Rendra." Maya tegang. Bu Yuni? Datang ke kantor? Dia berjalan ke ruang tamu. Bu Yuni duduk di sofa, wajahnya tegang. Di sampingnya, seorang wanita paruh baya yang tidak Maya kenal. "Tante?" Maya mendekat. Bu Yuni berdiri. "Maya, kita perlu ngomong." Maya melihat wanita di sampingnya. "Ini siapa, Tante?" "Ini... ibu kandung Rendra." Dunia Maya berhenti. "Apa?" Wan

