Seminggu setelah duel absurd di kantin, hubungan Maya dan Rendra berjalan dalam ritme yang... anehnya normal. Rendra datang setiap pagi dengan donat. Mereka sarapan bersama—kadang di apartemen Maya, kadang di warkop. Rendra pulang malam setelah nonton film atau sekadar ngobrol di sofa. Tidak ada yang berubah, tapi juga tidak ada yang maju. Maya mulai curiga. --- Senin malam, apartemen Maya. Sari datang dengan membawa martabak dan wajah penasaran. "May, gue mau tanya sesuatu." Maya sudah siap. "Apa?" "Lo sama Rendra udah sejauh mana?" Maya mengunyah martabak. "Sejauh mana apanya?" "Sejauh mana hubungannya. Lo bilang masa percobaan. Tapi kalian kayak pacaran. Chat-an tiap hari, ketemu tiap malam, tidur—" "KAMI TIDAK TIDUR!" Maya memotong cepat. Sari mengangkat alis. "Belum?" "BEL

