Seminggu setelah pertemuan dengan Dina di rumah sakit, hidup Maya berubah jadi drama keluarga yang tidak pernah dia minta. Rendra sekarang bolak-balik ke rumah sakit menemui ayahnya yang sakit keras. Maya ikut hampir setiap kali—bukan karena diminta, tapi karena dia tidak tega melihat Rendra sendirian. Tapi di balik semua itu, Maya merasa ada yang aneh. Terlalu aneh. --- Senin malam, apartemen Maya. Sari datang dengan membawa martabak dan raut wajah waspada. "May, gue mau tanya sesuatu." Maya sudah siap. "Apa lagi?" "Lo yakin Dina itu adik Rendra?" Maya mengerjap. "Apa maksud lo?" Sari meletakkan martabak. "Gue investigasi dikit." "Lo investigasi? Kayak detektif?" "Iya. Gue punya sumber." Maya menghela napas. "Sari, lo kerja di toko loak, bukan di kepolisian." "Tapi gue punya

