Dua minggu setelah insiden Kevin, Maya dan Rendra kembali pada rutinitas mereka. Tapi ada yang berbeda. Maya merasa lebih dekat dengan Rendra, lebih menghargai kehadirannya. Rendra juga terlihat lebih percaya diri, lebih tenang. Tapi takdir punya rencana lain. --- Senin pagi, Rendra dapat panggilan mendadak. Ponselnya berdering saat mereka sedang sarapan. Rendra melihat layar, wajahnya berubah. "Halo? Iya, Bu... sekarang? ...Iya, saya mengerti." Maya mengamati. "Ada apa?" Rendra meletakkan ponsel. Wajahnya tegang. "Kantor. Aku harus ke Surabaya." Maya kaget. "Surabaya? Sekarang?" "Iya. Proyek baru. Aku ditunjuk jadi tim inti. Mungkin... tiga bulan." Dunia Maya berhenti. "Tiga bulan?" Rendra mengangguk. "Maaf, Maya. Ini mendadak." Maya diam. Pikirannya kacau. Tiga bulan. Berj

