7 : Honeymoon {2}

471 Words
Siapa yang tak senang mendapat tiket bulan madu ke Jepang gratis? Sungguh Safira dari dulu ingin berlibur ke negeri sakura itu ditambah lagi ia pergi dengan orang yang di sayang. Matanya berbinar setelah pesawat mendarat di bandara, Fanya memeluk lengan Arya senang sembari sesekali menggigit bahu suaminya. "Kanibal ya?" Arya melirik ke arah "Enak aja. mana ada kanibal." Fanya mengerucutkan bibirnya dan tersenyum kembali. "Fanya seneng akhirnya kita ke Jepang." Senyumnya tak luntur-luntur sedari tadi. Arya dan Fanya keluar dari pesawat lalu memasuki bandara, setelah mengambil koper mereka pergi menuju hotel untuk istirahat karena perjalanan dari negaranya menuju Jepang tidaklah sebentar. Setelah sampai di hotel Arya dan Fanya langsung istirahat dikamar yang telah mereka pesan, Arya agak lelah tapi Fanya menuntut untuk jalan-jalan padahal ini sudah agak malam. "Arya ayo jalan-jalan!!" merengek sembari menarik-narik Arya. "Ayo ihh. ayo!!!" Fanya masih merengek, Arya menghela nafas lelah. "Kita jalan-jalan tapi setelah kamu puasin suamimu ini oke?" Ucap Arya sembari tersenyum. "Hmm." Arya memalingkan wajahnya, ia bingung jika ditawari seperti itu. Arya menarik Fanya untuk duduk disampingnya. "Arya kok hornyan sih-" Fanya bergeser sedikit menjauh dari Arya. "Papahmu pengen cucu, emang kmu pikir papah ngirim tiket ke sini buat apa? Honeymoon kan?" Ucap Arya sambil mendekatkan tubuhnya ke Fanya, menatap lekat manik hitam milik si manis. Arya tanpa permisi mencium bibir manisnya, mengecup nya berkali-kali dan melumatnya penuh tuntutan, sementara Fanya diam tak membalas namun kelamaan dia terbuai juga dengan ranum suaminya yang semakin liar menjamah bibirnya. "Enghh-" lengkuhan yang Fanya keluarkan membuat Arya tak tahan untuk menjamah tubuh indah sang istri, tangan beruratnya mulai melucuti satu persatu baju yanh dipakai istrinya. Arya menyinggungkan senyum, mengungkung Fanya dengan jantannya. Menatap lurus mata istrinya itu kemudian menyentuhnya dengan lembut. Membuat tanda kepemilikan dileher mulus sang istri. "Eumm.. Arya sshhh.." Fanya sedikit mendesah membuat lobido suaminya semakin menjadi. Arya membuka bajunya dan membuangnya asal lalu menciumi ranum istrinya lagi, melumatnya dengan lembut, menghisap bibir bawah sang istri hingga ia terbuai. Arya menggigit bibir bawah istrinya pelan, memasukan lidahnya untuk mengabsen semua yang ada di mulut istrinya. Lidah mereka saling bertautan, membelit satu sama lain membuat Fanya lagi-lagi melengkuh nikmat; ia terpejam rasanya seperti dilambungkan ke langit tinggi oleh sang suami. Ciuman mereka semakin lama semakin panas dan menjadi, tangan Fanya mengelus d**a sixpack Arya. Sungguh Fanya menyukai sentuhan ini, laki-laki yang berbeda 6 tahun dengannya itu membuatnya semakin jatuh cinta lebih dalam lagi. Arya cukup puas dengan bibir manis istrinya, ia turun menuju d**a Fanya dengan kecupan disetiap jengkalnya. Setelah puas bermain disana, Arya mulai menuju inti. Fanya meringis kesakitan saat Arya memasukinya, ia meremas apapun yang ada didekatnya tak terkecuali pundak suaminya sendiri. Malam itu menjadi malam yang menggairahkan untuk Arya dan Fanya, setelah mereka puas dan lelah mereka memutuskan untuk tidur. Fanya yang sedari tadi menuntut ingin jalan-jalan mulai tak mempedulikan keinginannya untuk berjalan-jalan hari ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD