14. Adik Ipar Meresahkan

1728 Words

“Dasar anak ceroboh, kamu! Kau tak perhitungkan setiap tindakanmu. Sudah berulang kali kamu melakukan ini.” Rama tak melakukan protes pada kakeknya. Dia hanya diam berdiri mematung melihat koran-koran yang terbit hari berjatuhan di lantai. Memang bukan halaman utama. Dan, itu sepertinya telah dibaca oleh sang kakek. “Ibu Mertua Meninggal Dunia Setelah Mengetahui Tahu Rama Menikahi Putrinya” itulah judul panjang yang tertulis di berbagai media hari ini. Setelah itu Tuan Dirga melangkah mendekati Moza dengan merentangkan kedua tangan memeluknya. “Oohh... Cucu menantu. Moza, Kakek turut berduka atas kepergian Ibumu kemarin. Maafkan aku baru mengetahuinya pagi ini. Semalam aku sebenarnya juga menanti kedatangan kalian. Tapi ternyata aku tertidur karena kelelahan.” Dalam hati Moza cukup ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD