Moza terkejut. Bukan menjawab pertanyaannya, Rama justru memeluknya erat-erat. “Jadi kamu lebih memilih diriku dan mempertahankan pernikahan kita yang baru saja di mulai ini?” “Balas pelukanku, Moz. Lakukan hal yang lebih panas dan romantis padaku,” bisik Rama. “Kau ini sudah tidak waras, ya? Sudah kubilang aku sedang berduka tapi kau tetap memaksaku berbuat demikian?” tanya Moza dengan suara agak keras dan meronta ingin melepaskan diri dari pelukan Rama. “Kita tidak punya pilihan lain. Ada dua bayangan yang sedang mengintip dari luar jendela. Mereka sedang penasaran dengan malam pertama kita.” “Hah, benarkah?” “Benar.” “Sangat rendah sekali. Mereka itu manusia macam apa? Bagaimana bisa mereka mengintip kamar pengantin baru?” tanya Moza kesal dan tak percaya masih ada kelakuan orang

