"Aduh,kayak mana ini aku bingung!",kata Hayi panik dan gelisah. Bolak balik dia di kamarnya. Menunggu hari esok yang lebih cerah dan indah. Saat Hayi sibuk bingung,cemas,panik dan gelisah, hpnya bunyi. Langsung dia angkat.
"Ya, halo! Ada apa Hyun?"
"Hayi baju pelayan cafemu sudah jadi lho! Aku kerumahku ya untuk nyocokin bajunya!"
"Eh?! Kamu bilang sudah jadi? Cepat amat sih!"
"Ah gak usah protes deh! Pokoknya aku ke rumahmu sekarang. Titik!"
"Tapi... Aku..aku"
"Gak ada tapi-tapian deh! Pokoknya kamu tunggu aja ya! Bye!"
Tit! Tit! Tit!
Telponnya Hayi langsung diputus Suhyun.
"Padahal baru mau ngomong! Suhyun payaaah!",teriaknya di kamar.
Sekarang yang Hayi lakukan hanya menunggu Suhyun dengan kecemasan, kegelisahan, kekhawatiran de-el,el. Hayi berusaha tenang tapi tidak bisa.
"Aku...kan tetap menunggu... Hingga batas sang waktu tak lagi berputar..."
Belum habis ringtone hp Hayi berbunyi langsung dia matikan.
"Haaah...orang lagi gelisah, khawatir,cemas malah orgil(orang gila) itu miscall lagi,lagi dan lagi. Bikin kesel aja deh!"
Muncul kerutan kekesalan di wajahnya Hayi.
Ting! Tong! Ting! Tong!
Bunyi bel terdengar berkali-kali di rumah Hayi. Tak ada yang mau membukakan pintu untuk tamu yang datang itu. Rumah Hayi hari ini cuma ada dia sendiri. Dia yang melamun akhirnya tersadar kalau tamu yang sudah ditunggu daritadi akhirnya datang. Dengan segera Hayi turun ke bawah.
"Ya.. ya tunggu sebentar!"
Jawabnya yang baru mau membukakan pintu.
CLEK!
"Hai,hai,hai! Temanku Hayi sudah lama nungguin aku ya? Hehehe"
"Dasar lama betul datangnya. Untung tadi aku gak tidur!"
"Hehehe... kamu ini tidur terus kayak anak kucing aja! Nih, bajumu! Pake ya nanti! Awas lho gak!"
"Iya,iya! Masuk dulu baru ngomong! Kamu ini cerewet amat sih! Capek tahu nungguin kamu!"
Mereka lalu langsung naik ke kamar Hayi. Dia langsung mencoba bajunya dan didandani Suhyun. Suhyun memang punya cita-cita menjadi perias make up artis terkenal. Sekarang pun Suhyun lagi kursus di salon kecantikan terkenal. Pernah dia mengikuti lomba dan mendapatkan juara alias menang. Walau hanya mendapatkan juara ketiga itu sudah cukup membanggakan. Tapi dandanan Suhyun bagus dan rapi. Dia seperti sudah profesional saja. Ayunan tangannya saat mendandani terlihat istimewa. Wajah yang didandani juga seperti orang lain. Seriusan. Betul-betul tidak bisa diganggu gugat saat Suhyun sedang merias alias menyulap seseorang menjadi luar biasa.
Hayi hanya diam saja menuruti Suhyun. Tak berani macam-macam kalau temannya lagi serius kayak begitu.
Criing!
Bunyi hp Hayi yang artinya ada SMS masuk.
"Yi, ada SMS tuh! Cepat sana ambil hpmu!"
"Gak ah! Malas! Palingan SMS gak penting banget deh!"
"Iiih...gak usah kayak gitu ngomongnya. Biasa aja mulutnya! Hehehe",seru Suhyun cubit bibir Hayi.
"Aduh! Sakit! Jangan cubit mulutku coba! Kasar amat sih kamu!"
"Yaudah kalo gak mau baca,aku aja ya!",kata Suhyun menyambar hp Hayi.
"Terserah!",jawab Hayi cuek dan agak ketus. Sikapnya terus tidak peduli dengan SMS itu. Tapi lama-lama dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi,lagi dan lagi. Apalagi Suhyun sama sekali tidak memberikan ekspresi apa-apa saat membaca SMS di hpnya. Hanya diam. Mukanya sih serius sekali. Mata Suhyun seperti tidak bisa lepas dari layar hpnya. Hayi penasaran. Di dalam pikirannya bilang,"Argh gak usah kuperdulikan. Palingan gak penting. Tapi... Tapi.. penasaran sekali. Ingin tahu dari siapa yang mengirimkan SMS dan membuat Suhyun diam terpaku di tempat.
Dia terus saja sibuk dengan pilihan hatinya untuk memperdulikan atau tidak. Dan akhirnya Hayi menyerah lalu segera pergi ke tempat Suhyun.
"Hyun, Suhyun! Apa sih isi SMSnya dan dari siapa?",tanya Hayi tapi Suhyun cuma diam membisu seperti tidak menyadari kalau Hayi sudah ada di sampingnya sekarang.
"Hei! Dari dari siapa sih? Dari siapa? Suhyun dengar gak sih? Kamu pura-pura tuli ya? Jangan bikin orang penasaran,kenapa sih?"
Berkali-kali Hayi bertanya, Suhyun cuma balas nengok sebentar terus balik lagi lihat SMS. Hayi yang daritadi dicuekin langsung ngomel-ngomel sambil menggerakkan dan mendorong tubuh Suhyun. Karena sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Suhyun, Hayi malah langsung teriak-teriak di kuping Suhyun .
"Iya,iya! Aduh sakit nih! Dasar! Katanya gak mau baca! Kok sekarang mau? Hayo jangan-jangan itu SMS dari pacar barumu ya Hayi?",goda Suhyun.
"Apa?! Bukan kok! Sini mana hpku! Enak aja ngomong sembarangan!",bantah Hayi keras.
"Cie cie jadi ceritanya kamu ngegebet dua cowok sekaligus nih? Rakus lu!"
"Apaan sih? Gak lucu tahu! Cepat mana hpku!"
"Iya ,iya! Galak amat lu! Bagi-bagi dong kalau punya kenalan! Hehehe"
"Kamu itu nyebelin ya! Eh tadi sudah kamu baca ya? Ya kan?"
"Tenang, tenang! Enggak kok! Gak akan deh! Itu kan masalah pribadi lu! Ngapain gue ikut campur. Kayak orang yang gak ada kerjaan aja!"
"Sok gaul kamu! Bahasamu pake elu,gue segala!"
"Hehehe. Udah ah! Capek bercanda terus!"
"Aku juga!",olok Hayi sambil menjulurkan lidahnya ke Suhyun. Perhatiannya langsung ke hp lagi.
"Hayi lihat dong apa isinya,okey? Please come on! Hehehe",kata Suhyun sambil memasang wajah memelas ke Hayi.
"Gak! Nanti kamu ngomong-ngomong ke orang lain soal ini!"
"Enggak kok,gak! Janji! Ya? Please! Jangan pelit begitu dong sama teman sendiri juga"
"Betul ya? Kupegang janjimu ya! Awas kalau kamu bohong!"
"Iya, iya. Jangan galak begitu dong. Hehehe!"
Wajah Suhyun yang tadinya kelihatan berharap sekarang sumringah berseri-seri. Dengan segera Hayi memberikan hpnya dan Suhyun langsung membacanya. Yang tadinya dia penasaran sekarang mulutnya terbuka lebar dan matanya melotot setelah membaca SMS itu.
"Hayi! Ada apa ini? Dari siapa SMS nya?"
Hayi terdiam sejenak. Beberapa saat dia langsung berteriak memanggil Suhyun. Suhyun yang sejak tadi di sampingnya kaget.
"Hyun.. Suhyun! Aku..aku!"
"Eh ada apaan sih kok tiba-tiba"
"Ini... SMS dari orang yang suka miscallin aku terus!"
"Lho memangnya kenapa? Bagus kan? Dia yang cuma berani miscallin kamu sekarang mau SMS?"
"Bukan! Bukan itu maksudku! Ini dia... dia bilang mau ketemuan sama aku!!!",teriak Hayi tak percaya.
"Apa?! Nekat banget tuh orang! Dia cewek apa cowok?",kata Suhyun ikut terkejut.
"Aku masih belum tahu sih. Soalnya setiap kutanyakan siapa, dia malah berusaha menghindari dan selalu mengalikan pembicaraan"
"Wah,wah! Asyik nih kalau misalnya itu cowok cakep! Ya gak? Bisa dapat pacar baru kamu! Kamu nih gak bagi sama aku! Pelit!"
"Kami ini... Sembrangkangan(?)! Eh sembarangan!"
"Sudah ah! Capek! Cepat sana balas SMS nya! Dia nungguin kamu lho! Hehehe"
"Iya sabar kenapa!"
Segera langsung Hayi balas SMS dari orgil/orang gila tersebut. Itu sih menurutnya. Habisnya setiap kali ditanya malah ngejawabnya gak nyambung bin gak jelas banget. Ditanya a dijawab z. Seperti menghindar dan tidak ingin diketahui identitasnya. Kira-kira siapa ya? Hehehe. Jadi malah main kuis^_^
"Kamu itu siapa sih? Nekat banget mau ketemu sama aku. Kamu cewek apa cowok sih?"
Pesan balasan dari Hayi pun langsung dikirim. Tak lama...
Criing!
"Oh! Pesan balasan dari dia sudah nyampe tuh Hayi!",seru Suhyun.
"Aku... Aku... Aku siapa ya? Kok aku gak ingat??? Hehehe"
Isi pesan balasannya membuat Hayi dan Suhyun jadi tambah bingung.
"Nih orang waras gak sih? Gak jelas dan gak nyambung sama sekali jawabannya!"
"Kamu ini waras gak sih? Ditanya yang baik jawabanmu malah kayak begitu???"
Criing!
"Cepat banget dia ngebalas pesanmu Hayi! Dia punya sihir kali ya?",seru Suhyun takjub dan kagum.
"Mana ketehe(?)! Emangnya dia pacarku?",jawab Hayi sok cuek.
"Jangan marah-marah dong! Just kidding! hehehe"
Dibacanya oleh Hayi dengan cepat SMS balasan dari dia itu.
"Sorry.. sorry! Gitu aja kok marah? Cepat tua lho nanti. Kalau kamu mau tahu aku cewek atau cowok, gimana kalau kita ketemuan di taman? Tanggal 10 April jam lima sore. Jangan lupa ( itu kalau kamu mau ketemu sih!)"
Lagi-lagi Hayi jadi enggak jelas kalau sudah ngebahas soal dia itu. Lalu Hayi mau-mau aja ketemu sama dia itu, tapi... tiba-tiba Hayi jadi gugup setengah mati. Tidak tahu harus berbuat apa. Orang yang sama sekali tidak dikenalinya sekarang malah mau ngajakin ketemuan lagi!
Wajahnya mendadak pucat, tangannya dingin dan hatinya gelisah sekali. Seperti mau menghadapi ujian yang sangat,sangat,sangat berat. Suhyun yang berada di dekatnya Hayi ikutan bingung melihat tingkah laku temannya yang langsung menjadi aneh gara-gara SMS tadi.
"Woy! Lu kenapa? Kok jadi aneh gini? Kesambet lu ya?"
Hayi yang tegang jadi tersadar.
"A...aku gak apa-apa kok! Cuma ini nih orang itu memang nekat banget!"
"Nekat kenapa? Oh jangan-jangan dia nembak elu ya dari SMS tadi ya kan? Trus elu bingung mau jawab apa ya kan? Iya kan? Hehehe"
"Bukan,monyong(?)! Dia mau ngajakin ketemuan! Dan lagi pas hari ulang tahun kak Hanbin ke lima belas lagi! Gimana nih? Ketemu apa gak ya?"
"Up to you! Kan yang mau ketemuan kan elu! Pilih, yang mana yang lebih baik. Ketemu tuh orang apa ketemu kak Hanbin dan ngucapin selamat ulang tahun. Gue cuman bisa kasih saran aja! Okey?"
Mendengar hal itu Hayi jadi yakin sama keputusan yang diambilnya. Kalau tidak bisa pilih ya... Dua-duanya saja! Pergi ketemuan sama orang itu sebentar lalu ke tempat kak Hanbin. Tangannya langsung memencet tombol hpnya dengan cepat sambil tersenyum.
"Okey. Aku mau ketemuan sama kamu! Jangan geer ya! Aku cuma mau tahu siapa kamu! Itu aja! Bye-bye"
Criing!
"Thank you girl!"
"Wah...akhirnya selesai juga sama dia!",ucap Hayi lega sambil tersenyum.
Suhyun ikut tersenyum.
"Jadi...kamu mau ketemuan sama dia?"
"Ya gitu deh! Suhyun doain supaya gue gak pingsan disana nanti! Hehehe"
"Hmmm aku lihat ya SMSmu sama dia tadi!"
"Nih! Baca aja sampai puas!"
Setelah hp Hayi ada di tangannya, Suhyun langsung berwajah serius. Ekspresinya berubah-ubah terus. Hayi yang cuek jadi sadad melihat muka temannya itu. Ditambah lagi Suhyun yang tadinya serius langsung tiba-tiba ketawa ngakak.
"Memang ada yang lucu ya? Kok dia ketawa sampai ngakak gitu?",pikir Hayi.
"Hei, Suhyun! Lu kenapa? Waduh... Bilangin orang yang kesambet jangan-jangan elu sendiri malah kesambet?"
"Enak aja lu! Gue masih sadar dan waras gitu lho!"
"Terus kenapa elu ketawa ketiwi sendiri! Memangnya ada yang lucu?"
"Iya! Lucuuuu banget deh!"
"Apanya? Perasaan gak ada yang ngelawak disini deh!"
"Kamu itu ya... Gak sadar sama SMS tadi? Masa yang punya hp gak tahu ada hal aneh di hpnya?"
"Apa maksud lu? Gue gak ngerti! Sumpah deh?"
"Hihihi... hahaha"
Suhyun yang ditanya baik-baik malah ketawa sendiri lagi. Enggak jelas banget kan. Kayaknya SMS itu lucu banget sampai dia ngakak dan berguling-guling di lantai. Air matanya sampai keluar dan menetes deras.
"Wii! Apa sih yang lucu? Jangan bikin penasaran coba!"
Suhyun cuman bisa ngejawab sambil ketawa tidak bisa berhenti. Perutnya sakit karena kebanyakan ketawa. Jawabannya Suhyun menjadi tidak jelas. Bercampur aduk dengan ketawa.
Terpaksa Hayi harus nungguin sampai acara ketawa temannya selesai. Lima menit kemudian baru Suhyun selesai. Kesal juga Hayi nunggu selama itu. Mungkin kalau Suhyun ikutan pecahkan rekor Indonesia bahkan dunia dia bakal menang sebagai orang yang paling lama ketawanya sampai keluar air mata.
"Suhyun sudah selesai bkan acara ketawa lu? Capek nih nungguin!"
"Siapa yang suruh nunggu? Rajin banget lu!"
"Kamu itu...sudah ah! Capek! Sekarang gue tanya kamu kenapa ketawa? Dan apa maksudnya gue gak sadar soal SMS itu? Emang ada apaan?"
"Coba deh pikir,kok SMS yang terakhir dia tulis, Thank you girl! Memangnya dia tahu ya kalau elu cewek? Ya kan? Aneh banget!"
Iya,ya! Eh kalau dia tulis SMS kayak gitu artisnya...!"
Omongannya Hayi langsung terputus. Suhyun dan Hati langsung saling menatap dan ngomong bersamaan.
"Itu artinya dia itu satu sekolah sama kita!"
"Oh my God! Gimana nih? Siapa sih yang usil sama aku? Perasaan gak pernah ngasih nomorku ke orang selain elu deh Hyun!",jelas Hayi.
"Meneketehe(?)! Memang ada yang naksir kali sama elu? Kalau enggak itu berarti..."
"Apa? Kayaknya gak ada deh yang suka sama aku"
"Penganggum rahasia! Itu dia! Iya itu!",seru Suhyun.
"Penganggum rahasia? Maksudmu?"
"Iya itu berarti ada orang yang kagum sama elu! Kayaknya dia sih cowok!"
"Masa? Ah ngaco kamu! Jangan ngelantur di siang bolong gini!"
"Siapa yang ngelantur? Enak aja! Dengar ya Hayi biasanya itu rata-rata cowok. Emang sih ada yang cewek juga. Tapi... Masa dia elu SMS thank you girl? Kalau dia cewek SMS kayak gitu gak mungkin banget!"
"Iya sih...Ah! Sudah malas aku ngebahas soal itu! Gak ada habisnya. Sekarang kita kan lagi sibuk sial festival sekolah yang tinggal tiga minggu lagi"
"Iya...jadi elu senang kan punya penganggum rahasia?",goda Suhyun sambil memainkan matanya ke Hayi.
"Apaan sih? Gak lucu tahu! Lagian emangnya kamu gak ada kata-kata selain lu,gue?"
"Elu jangan muna dong! Tadi juga ngomong pake kata elu,gue kan?",kata Suhyun semakin menggoda Hayi.
"Suhyun awas ya kamu!"
Mereka lalu lempar-lemparan bantal. Bercanda sambil tertawa bersama sampai sore. Karena mereka kelelahan, akhirnya mereka tertidur pulas dengan keadaan kamar yang berantakan. Gara-gara itu Suhyun pulang jadi kemalaman. Mudah-mudahan hari besok lebih baik dari hari ini. Dan mereka bisa menampilkan festival sekolah yang tidak terlupakan nantinya!
"Aku...kan tetap menunggu..."
Pip!
"Halo",jawab Hayi. Sunyi.
"Betul-betul bikin kesal setiap hari!",keluh Hayi.
"Hayi! Kamu ngapain disitu? Cepat tolong bantu disini!",teriak teman sekelasnya.
"Iya...tunggu sebentar!"
Tak terasa tinggal dua puluh hari lagi menjelang festival sekolah. Tahun ini semoga lancar semua kegiatannya. Kegiatan yang jarang ada dan biasanya cuma ada setahun sekali. Festival ini juga merupakan kegiatan yang pertama kalinya bagi Hayi dan teman-temannya.
"Membuat hari berdebar-debar dan rasanya penuh semangat!",pikir Hayi.
Ini sebuah tantangan yang sangat ia suka dan ditunggu-tunggu. Baru kali ini rasa kebersamaan dengan teman-temannya terasa. Gotong royong untuk menampilkan festival sekolah yang terbaik di sekolah. Lebih bagus dari kakak kelas. Tidak hanya daduy Jumat ekspresi yang selalu diadakan setiap hari Jumat yang menampilkan berbagai penampilan seperti menyanyi,membaca puisi,nge-band,drama,lawak,menari dan lain-lainnya (dulu sekolahnya saya di swasta jadi ini wajib masuk nilai rapot).
Darahnya Hayi terasa mendidih. Bertekad tidak ingin kalah,menyerah apalagi putus asa. Dia juga berharap bukan hanya sekolah, keluarga, teman-temannya yang terbaik tetapi juga di percintaan.
"Tuhan tolong aku supaya seisi hatiku bisa tersampaikan walau belum tentu terbalaskan seperti yang ku impikan", doanya Hayi di dalam hati kepada Tuhan.
"Tidak terasa waktu sudah berjalan cepat banget ya! Untung kelas kita anaknya bisa diajak kerjasama!",kata Hayi merasa senang dan lega.
"Ya gitu deh! Hehehe", timpal Suhyun.
Tet! Tet! Tet!
Bunyi bel sekolahnya berbunyi nyaring sekali.
"Ayo cepat nanti kita terlambat mempersiapkan kelas kita!",seru Suhyun yang berada di sampingnya.
"Iya,iya!"
Mereka lalu berlari kencang menuju kelas dan memulai kegiatan lagi ini. Begitu sampai di dalam sekolah menuju kelas, mereka dibingungkan dengan penuhnya orang-orang di ruangan teater.
"Waduh...ada apaan nih? Kok ruangan teater penuh gitu? Apa ada artis yang berkunjung ke sekolah kita ini?",kata Suhyun sambil mengangkat tangannya dan berlagak seperti wartawan yang sedang mencari berita baru.
"Ah! Ngaco kamu! Mana mungkinlah!",balas Hayi.
"Lho bisa aja sekolah kan gaul gitu loh! hehehe"
"Sok tahu lu! Daripada nebak-nebak lebih baik tanya aja deh!"
Hayi lalu mulia bertanya sambil menepuk pundak salah satu murid yang juga sedang melihat.
"Maaf, disini ada acara apaan? Kok rame banget sih? Emangnya ada artis yang datang ya?"
"Bukan. Kita disini tuh lihat pemain teater lagi latihan dan siap-siap buat pementasan nanti. Dan yang kebetulan ikut teater itu temanku yang super cantik dan berbakat. Namanya Joen Somi",katanya dengan bangga.
"Oh begitu. Terimakasih ya!"
Hayi lalu menghampiri Suhyun.
"Apa katanya?"
"Ternyata benar Somi itu bukan hanya cantik tapi juga berbakat dalam hal apapun. Ya... seperti teater ini salah satunya"
"Oh maksudnya Sini itu anak yang pernah kamu ceritakan itu? Wah kamu beruntung! Jarang banget kan orang terkenal mau berteman sama orang kayak kita?"
"Iya tapi kan kamu gak kenal? Emang kamu tahu wajahnya kayak apa cantiknya?"
"Siapa sih yang gak kenal Joen Somi? Tuh, coba lihat mading sekolah dan cari di majalah fashion remaja,pasti ada! Kemarin mamaku beli majalah,trus gue lihat disana. Dan kayaknya sih beneran dia si Somi ini"
"Wah ternyata yang namanya Joen Somi itu memang hebat banget ya! Coba aja aku seperti dia",ujar Hayi.
"Hey Hayi! Elu jangan bersikap pesimis seperti itu dong! Setiap orang pasti punya ciri khas masing-masing. Manusia kan punya kekurangan dan kelebihan yang berbeda-beda. Gak ada yang sempurna. Sekalipun dia presiden. Jadi, tetap berpikirlah positif. Jangan putus asa dan menyerah. Okey?",kata Suhyun sambil mengakhiri omongannya dengan mengacungkan jempol ke Hayi.
Tanda bahwa dua selalu mendukung Hayi.
"Iya!",jawab Hayi dengan senyuman yang bahagia,yang tulus dari hati.
"Udah ah! Daripada ngurusin orang lain mending ngurus kelas kita sendiri dulu deh!",kata Suhyun.
"Oh iya! Ayo cepat! Kita gak boleh kalah dari yang lain apalagi kakak kelas!"
Mereka lalu berlari menuju ke kelas untuk mempersiapkan segala hal.
TBC
Assalamu'alaikum hallo reader?
Semoga selalu sehat ya kalian?
Maafkan kalo lambat update
Saya usahakan untuk lebih cepat lagi
Mohon bersabar
Mohon maaf juga kalo ada typo atau ada kesalahan apalagi kehilafan dalam tulisan saya yang bahkan lebih tua dari penulisnya! Hehehe
Semoga kalian suka
Baca ya sampai tamat
Saya usahakan sampai tamat
Mohon dukungannya supaya saya gak malas apalagi gak mood nulisnya!
Jangan lupa komen ya kalo mau dibaca balik
Yang jujur aja yang serius aja saya tanggapin
Saya tahu sebagian kalian anak sekolahan tapi lagi gak sekolah kan? Lebih banyak waktunya kecuali yang pemalas dan saya rasa kalian tidak begitu.
Sudah dulu ya
Jangan bosan mampir
Read
Komen
Like
Share
Ulasan
See you next time
Bye bye ❣️❣️❣️❣️❣️❣️