Sudah seminggu berlalu tidak ada kabar dari Rafael. Zahira takut terjadi apa-apa dengan Rafael. Biasanya Rafael akan menghubunginya paling tidak tiga kali dalam sehari. Namun, sudah seminggu ini Rafael tidak mengabarinya. Tak pernah Zahira sekhawatir ini dengan seseorang. Rasanya ia benar-benar takut kehilangan. Zahira duduk termenung di meja makan sambil menatap masakan yang baru saja ia masak. Zahira menatap takoyaki, makanan favorit Rafael. Ia sudah memasak takoyaki banyak, berharap Rafael akan datang ke apartemennya dan makan bersama. Jalankan menemuinya, bahkan menghubunginya saja tidak. Dilihatnya makanan yang mulai dingin. Zahira menghembuskan nafasnya, seharusnya ia tidak berharap lebih dengan Rafael. Ia hanyalah gadis sederhana yang bahkan tidak berkuliah. Asal usulnya saja tida

