29.Amplop Coklat

2364 Words

Zahira sedang membuat sarapan di dapur. Ia sedang membuat bubur untuk Iren. Samar-samar terdengar suara seseorang dari kamarnya yang sedang memuntahkan isi perutnya. Zahira tertegun, kemudian ia bergegas menuju kamar. Tidak ada Iren di ranjang, ia mengedarkan pandangannya. Kemudian mengusap dadanya lega karena ternyata Iren sedang berada di kamar mandi. Zahira mengetuk pintu kamar mandi. "Iren, kau tidak apa-apa?" Tidak ada jawaban dari Iren, Zahira ingin masuk namun suara Iren menginterupsinya. "Aku baik-baik saja Zahira. Sebentar lagi aku keluar." "Syukurlah." Zahira mondar-mandir seperti setrikaan di depan pintu kamar mandi. Hampir sepuluh menit Zahira menunggu Iren, dan akhirnya Iren keluar dari kamar mandi memakai handuk pendek berwarna putih. Iren menatap Zahira bingung. "Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD