Iren dan Satya segera menuju ke apartemen Zahira. Sejak pagi tadi, Zahira tidak bisa di hubungi. Mereka sangat khawatir dengan keadaan Zahira. Namun, yang membuat mereka mengurungkan niatnya karena ada beberapa wartawan yang telah mengepung apartemen Zahira. "Sialan! Ini gimana masuknya," gerutu Satya. "Zahira, ayolah angkat telponku." Iren menggigit jari telunjuknya, merasa khawatir dengan Zahira. "Kau yakin Zahira ada di apartemen?" "Yakin, sebenarnya kita sudah ada janji mau pergi ke Mall. Tapi nggak nyangka ada berita ini." "Gimana kalau kita menerobos masuk aja." "Gila kau ya!" runtuk Iren. "Ya terus gimana masa kita berdiri disini terus." "Kalau kita masuk bisa-bisa membuat keadaan semakin kacau." "Ini lagi Zahira, kenapa nggak di tutup aja sih komentarnya," geram Iren. Ire

