TWENTY

2889 Words

Pagi-pagi sekali, dengan penampilan yang segar dan sedikit merias wajahnya, Alegra pergi menuju kediaman ratu Acelin. Dia harus menunjukan pada semua orang bahwa dia baik-baik saja sekarang. Sudah cukup dia selalu berpenampilan menyedihkan semenjak mendatangi istana ini, kini dia harus menunjukan pada semua orang bahwa dirinya bukan lagi si gadis persembahan yang lemah dan menyedihkan. Setibanya di istana Rose, seorang pelayan menghampiri Alegra dengan dahi mengernyit, tampak bingung. Mungkin heran karena sudah 4 hari ini Alegra tidak pernah mendatangi istana ini untuk menghadap sang ratu. “Aku ingin bertemu dengan Ratu Acelin,” ucap Alegra, bahkan sebelum pelayan itu melontarkan pertanyaan. Sang pelayan menaikan satu alisnya kali ini, sekali lagi dia heran dengan sikap gadis di hadapan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD