NINETEEN

4832 Words

Wajah Alegra tampak semringah saat dirinya duduk di depan meja rias di dalam kamarnya. Senyuman tak luntur, tetap terulas manis menambah paras cantik yang dia miliki. Dia memoleskan sedikit make up guna menyamarkan raut pucat di wajahnya. Dia tak ingin kakaknya bersedih apalagi mengkhawatirkan dirinya di sini. Luka lebam di sekujur tubuhnya mulai menghilang sedikit demi sedikit, harus dia ucapkan terima kasih pada Nirina yang berbaik hati mengantarkan obat ajaib. Alegra sempat terperangah mendapati lukanya mulai menutup begitu diolesi obat itu, tapi mengingat obat mujarab itu diciptakan oleh siluman ular, Alegra tak merasa heran lagi. Keajaiban apa pun bisa terjadi di tempat terkutuk ini. Seharusnya sekarang kakaknya sudah tiba di istana. Alegra yakin Raja Tazio pasti mengirimkan orang u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD