bc

True Love or CLBK

book_age18+
872
FOLLOW
7.2K
READ
second chance
drama
like
intro-logo
Blurb

Book 2 “Adrian Kinanti”

Jodoh memang tidak bisa di tebak. Dulu Kinan selalu berharap ingin bersama Adrian, tapi Tuhan berkehendak lain. Adrian berjodoh dengan Sherly, dan Kinan berjodoh dengan Fabian. Entah ini suatu keajaiban atau apa, mereka di persatukan kembali dengan status mereka yang sudah menjadi single parent.

“Aku tidak tahu, ini yang dinamakan cinta sejati, atau cinta lama bersemi kembali. Dan, aku juga tidak tahu, bagaimana aku dengan Adrian menghadapi hari esok dan seterusnya, jika aku belum bisa mencintai Adrian kembali dan masih sangat mencintai Kak Bian.” Kinanti .

“Aku akan menunggumu, kapan kamu bisa membuka hatimu kembali dan mencintaiku, Kinan.” Adrian.

chap-preview
Free preview
Bab 1 - CLBK

Sepasang suami istri berdiri di tepi pantai menikmati semburat senja yang berkilauan di permukaan air laut. Menikah tanpa cinta mungkin yang saat ini Kinan rasakan. Cinta untuk Adrian telah usang ditelan waktu, hingga ia dipertemukan kembali dengan Adrian dan menikah dengannya tanpa cinta.

“Tidak ada lagi cinta yang tertinggal untuk Kak Adrian. Tidak ada.” Kinan bergumam dengan menatap suaminya yang sedang tertawa melihat Kinan kecil putrinya dan Haidar sedang bergurau sambil bermain pasir.

Mungkin ini adalah cinta lama yang belum kelar. Ya, belum kelar alias belum selesai. Itu semua karena Kinanti dipertemukan kembali dengan Adrian saat dirinya menjadi janda, dan Adrian juga statusnya sudah menjadi duda.

Perjalanan cinta yang melalui jalanan terjal kini membawa Adrian dan Kinanti bersatu dalam sebuah pernikahan. Namun, Kinanti tidak bisa kembali mencintai Adrian seperti dulu. Dia masih sangat mencintai Fabian, mendiang suaminya.

Sudah empat bulan usia pernikahan mereka, tapi Kinan masih belum ingin disentuh suaminya. Adrian sangat sabar menunggu Kinan yang mau disentuh dirinya. Adrian tahu, berat untuk Kinan kembali mencintai Adrian yang sudah sangat menyakitinya. Beribu kali Adrian selalu menyakitinya, dan membuat hidup Kinan semakin menderita karena mengemban cinta untuknya.

Cinta pertama yang kandas karena kearogan Adrian yang memiliki kelainan seksual. Ya, dia adalah pria hiperseksualitas, sedangkan Kinanti, gadis yang kekeh menjaga utuh keperawanannya. Bertemu kembali dengan Adrian adalah suatu anugerah terbesar untuk Kinanti saat itu, tapi sayang, saat itu Adrian sudah berstatus tunangan orang.

Hubungan yang rumit membawa Kinanti sadar kalau Adrian tidak layak untuk dipertahankan. Dia merelakan Adrian untuk menikahi tunangannya yang telah dihamili Adrian.

“Kak,” panggil Kinan.

“Iya, ada apa?” tanya Adrian.

“Kakak pernah tidak, kepikiran untuk mencari wanita lagi?” tanya Kinan.

“Cari wanita lagi? Kamu kok bilangnya seperti itu?” ucap Adrian dengan membalikan tubuh Kinan untuk menghadapnya.

“Kali saja, Kak. Sudah hampir setengah tahun, kakak belum pernah menyentuhku sama sekali. Apa kakak tidak membutuhkan itu? Maafkan Kinan, Kak. Kinan belum bisa melupakan Kak Bian,” ucap Kinan.

“Aku mengerti itu Kinan. Jangan pernah memikirkan itu. Aku akan menunggu kapanpun kamu siap. Yang terpenting kamu berada di sisiku, dan menjaga Haidar juga Kinan kecilku,” ucap Adrian dengan memeluk Kinan.

“Apa kakak masih mencintaiku?” tanya Kinan.

“Apa perlu kakak buktikan dengan berenang mengarungi samudera? Supaya kamu percaya kalau aku sangat mencintaimu,” jawab Adrian dengan mendongakan kepala Kinan untuk menghadap wajahnya, dan membuat Kinan terkekeh melihat wajah Adrian yang serius ingin membuktikan padanya dengan mengarungi samudera.

“Ya, aku percaya,” jawab Kinan dengan tersenyum dan memeluk Adrian.

Adrian mencium kilas bibir Kinan. Adrian sebenarnya sudah tidak bisa menahan gejolak hasratnya yang bertahun-tahun tidak ia salurkan, sejak Sherly, istri pertama dia meninggal. Tapi, dengan cinta yang besar untuk Kinan, Adrian sanggup menahannya. Apalagi kalau dia sudah di rumah bertemu dengan Kinan putrinya dan Haidar, rasa itu seketika menghilang.

Kinan melihat kedua anaknya sedang bermain pasir. Seperti biasa saat weekend tiba, Adrian mengajak istri dan anaknya ke pantai atau pergi ke tempat wisata lainnya. Seperti saat ini, keluarga kecil Adrian sedang menikmati senja di tepi pantai.

“Haidar, sudah mau petang, kita pulang, yuk,” ajak Adrian.

“Yah... Haidar masih ingin bermain,” ucapnya.

“Nanti malam katanya mau jalan-jalan lagi ke taman hiburan, jadi sudah dong main di pantainya, kan sudah dari tadi, Sayang,” ucap Adrian dengan mendekati Haidar dan menciumnya.

“Oh iya, Haidar lupa,” ucapnya dengan memeluk Adrian.

Adrian memang jago sekali membujuk Haidar. Haidar memang lebih nurut dengan Adrian, apa-apa selalu inginnya dengan Adrian, berbeda dengan Kinan, dia lebih dekat dengan bundanya.

“Panggil Kak Kinan,” ucap Adrian pada Haidar.

Haidar berlari memanggil Kinan yang sedang membuat istana pasir. Kinan dan Haidar mencuci tangannya yang kotor karena bermain pasir.

“Bunda, besok hari senin jadi temani Kinan ke sekolah, kan? Kinan kan ada acara memasak bersama bunda di sekolahan,” ucap Kinan.

“Iya, Sayang. Bunda tidak lupa, kok,” jawab Kinan.

Kinan sekolah lumayan jauh dari sekolahan tempat Kinan mengajar. Sebenarnya dia ingin memindahkan Kinan ke sekolah di mana dia  mengajar. Kinanti berencana akan memindahkan putrinya nanti setelah kenaikan kelas.

Mereka pulang ke rumah. Sejak menikah dengan Adrian, Kinan dan Haidar tinggal di rumah Adrian. Masih di dalam satu komplek rumah Kinan dengan rumah Adrian, hanya saja Adrian berada di ujung utara Kinan di ujung selatan.

Pernikahan mereka bahagia, seperti pernikahan pasangan lain pada umumnya. Hanya saja, Kinan masih belum bisa memberikan haknya pada Adrian. Adrian tidak mempermasalahkannya, karena dia tahu, Kinan masih belum bisa melupakan Bian, dan masih sangat mencintai Bian.

Namun, meski belum sempurna dikatakan sebuah rumah tangga, rumah tangga mereka tampak harmonis. Adrian selalu mendapat perlakuan romantis dari Kinan, begitu juga sebaliknya, Adrian selalu berlaku romantis pada Kinan.

Kinan juga sudah menjadi ibu yang baik selama empat bulan untuk Kinanti putri Adrian. Dia juga istri yang selalu memberi kehangatan dalam rumah. Meski belum menunaikan kewajiban di atas ranjang, Kinan tidak lupa dengan kewajiban sebagai seorang istri lainnya. Memasak, menyiapkan segala keperluan suaminya, dan menjadi ibu yang baik untuk kedua anaknya.

^^^

Malam ini setelah mereka mengunjungi taman hiburan di pusat kota, Kinan dan Haidar dijemput oleh kedua orang tua Adrian. Orang tua Adrian ingin sekali mengajak cucunya berlibur, meski hanya di hari minggu saja. Kedua orang tua Adrian sangat menyayangi Kinan dan Haidar. Mereka selalu seperti itu, mengajak cucunya berlibur atau hanya sekadar mengajaknya ke mall.

“Sepi ya, Sayang, tidak ada anak-anak,” ucap Adrian.

“Ya, seperti ini, Mas,” sahut Kinan.

“Kapan nih mereka dibuatkan adik?” tanya Adrian dengan bercanda, karena dia tahu kalau Kinan masih belum bisa melakukannya.

“Ehmm.... nanti ya, Mas,” ucap Kinan dengan wajah yang langsung menampakan kebimbangan.

“Mas, kalau mas mau, malam ini bisa kita lakukan,” ucap Kinan.

“Yakin?” tanya Adrian, dan hanya dijawab dengan anggukan Kinan.

“Aku belum mau melakukannya walau aku sangat ingin, tapi kalau kamu belum siap, jangan dulu, Sayang. Aku akan menunggu kamu siap, Oke,” ucap Adrian dengan mencium tangan Kinan.

“Aku akan mencobanya, Mas,” ucap Kinan.

“Yakin?” tanya Adrian lagi memastikan.

“Iya, Sayang,” jawab Kinan dengan memeluk Adrian.

“Ya sudah, ayo....!” ucap Adrian dengan semangat.

“Oke,” ucap Kinan. Dan, Adrian langsung menggendong Kinan masuk ke dalam kamar.

Adrian mengajak istrinya ke kamar, dia menggendongnya dan merebahkan Kinan di atas tempat tidur. Seperti mendapat sebuah kebahagiaan besar, Kinan mengatakan malam ini mau di sentuh oleh dirinya. Adrian tidak tahu kenapa rasa degup jantungnya semakin kencang. Baru saja Kinan mau mencobanya, tapi rasanya dia sangat gugup. Begitu juga Kinan, Kinan pun merasa jantungnya berdegub sangat kencang.

Adrian membelai rambut istrinya yang sedang berbaring di tempat tidur. Mereka saling menatap. Degub jantung Adrian semakin tidak beraturan. Dia mungkin sudah lupa memperlakukan wanita di atas ranjang, tidak seperti dulu saat bersama istri pertamanya, dan saat dengan Kinan, meski hanya menyentuh saja.

Kinan pun demikian, aliran darahnya terasa bergemuruh. Ada rasa takut, sedih, sakit, kecewa, benci, dan entah rasa apalagi ketika melihat Adrian sedang menatap dirinya.

“Kak, aku ganti baju dulu, ya? Sama bersih-bersih,” ucap Kinan.

“Ah, Iya, Sayang. Ganti baju lalu bersih-bersih,” ucap Adrian dengan gugup.

Kinan mengambil papar bag dari lemarinya yang berisi baju seksi. Dia membeli baju itu, karena terpengaruh kedua sahabatnya saat belanja bersama di mall satu minggu yang lalu.

Kinan dari tadi berada di kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian seksi yang ia beli kemarin degan kedua sahabatnya. Dia sebenarnya hanya menutupi saja pada temannya. Rossa dan Aletta memang membeli pakaian seksi saat itu, jadi Kinan pun ikut membeli, karena untuk menutup kecurigaan temannya, karena setiap membeli pakaian seksi Kinan tidak membelinya juga.

“Kenapa aku takut, kenapa saat akan mencoba melakukan dengan Adrian rasanya seperti ini? Ada rasa benci yang kembali muncul di hatiku pada Adrian saat aku akan mencoba melakukannya. Aku ingat kejadian di Vila, setelah Adrian membuatku melayang menikmati apa yang ia lakukan denganku di dalam mobil, Adrian melakukan lagi dengan Sherly di kamar yang dekat dengan dapur. Sakit sekali hati ini jika mengingat semua itu,” gumam Kinan.

Air mata Kinan kembali menetes, mengingat perlakuan Adrian yang sangat menyakiti dirinya. Ditambah dia selalu ingat Fabian saat akan mencoba melakukannya dengan Adrian.

“Kinan, kamu bisa. Adrian sudah beda, bukan Adrian yang dulu. Dia sangat mencintaimu, Kinan. Kamu bisa, pasti bisa!” Kinan menyemangati dirinya untuk berani melakukannya dengan Adrian.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
113.6K
bc

Ex My Boss

read
90.0K
bc

Tentang Cinta Kita

read
135.5K
bc

My husband (Ex) bad boy (BAHASA INDONESIA)

read
212.7K
bc

Imperfect Marriage

read
266.4K
bc

Kali kedua

read
182.6K
bc

Obsessive Cruel Husband

read
5.3K
dreame logo

Download Dreame APP

download_iosApp Store
google icon
Google Play