“Jangan menghukumku dengan kembali saat aku mencoba melupakanmu. Berhenti membuatku kembali berharap! Aku lelah!” ---- “Gue mau move on!” Tania menggebrak meja kantin yang disana terdapat Vanya yang sedang menyantap batagornya. “Anjir, ngagetin aja!” Vanya tak kalah berteriak dan melompat dari tempat duduknya. Kedua gadis itu menjadi pusat perhatian para mahasiswa yang berada di sana. Tatapan mereka mengisyaratkan ‘diam, atau gue bunuh'. Tania dan Vanya yang merasa diberi tatapan tidak senang hanya tertawa dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Va, gue mau move on. Fix!” Tania mengulang kata-katanya menjadi lebih pelan namun mantap. Seperti mendapat kejutan lagi, Vanya tersedak, “Uhuk... Demi apa lo? Jangan bilang lo udah jatuh cinta lagi?” selidik Vanya. “Emang kalo move on ha

