17. Vanilla ice cream

1605 Words

“Kamu seperti sesuatu yang ku sukai. Dingin dan manis. Tetapi mampu mencairkan hatiku perlahan.” ---- Aly menepikan motornya saat melihat pedagang bubur yang berada di pinggir jalan. “Kok berhenti? Habis bensin?” tanya Tania yang keheranan karena Aly tiba-tiba berhenti sebelum sampai ke tujuan. “Katanya lapar,” jawab Aly singkat. “Hmm, iya.” Tania menggigit bibir bawahnya. “Terus?” tanyanya canggung. “Ya makan!” tunjuk Aly pada pedagang bubur yang tak jauh dari mereka. Tania gugup dan suasana diantara mereka menjadi canggung. “Mmm,” Ia menggigit bibirnya lagi. “Ayo!” Aly menarik lengan Tania dengan tiba-tiba. “Iya, iya.” Tania tersentak dengan tarikan tersebut. Lelaki misterius! Julukan itu memang tepat diberikan pada Aly. Lelaki dingin, datar dan penuh kejutan. Semua perilakunya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD