"Kita sebenarnya bukan rahasia, hanya tidak ada yang memulai untuk saling mengungkapkan." ---- "Mikaaa..." teriak Tania saat melihat lelaki yang sempat diundang ibunya untuk makan siang bersama itu tiba di unit apartemennya. "Nggak usah teriak juga, kali." Mika menutup telinganya karena suara teriakan Tania yang cukup keras. "Eh, Mika. Masuk, sini." Lelaki itu mengangguk sopan dan memilih mengabaikan Tania yang masih berdiri di depan pintu. Begitu banyak obrolan antara Mika dan Ratna yang membuat Tania lagi-lagi mengembuskan napasnya kasar. Mulai dari jurusan hingga bagaimana lelaki itu bisa berteman dengan putri semata wayangnya. Tentu saja, tak luput juga pernyataan-pernyataan Ratna tentang betapa manjanya Tania. Juga pertanyaan apakah selama ini Tania selalu menyusahkan Mika atau

