39. Never know

1007 Words

"Kamu sering kali terluka oleh ekspektasimu sendiri. Kamu sering terluka hanya karena sibuk menerka-nerka." ---- Tania masih belum menyadari sikap Mika yang tampak tidak nyaman karena dirinya sibuk mengobrol. Kalau saja Aly tidak menyenggol lengan Tania. Memberinya kode untuk bertanya kepada Mika mengapa lelaki itu tampak tidak nyaman. "Mik, are you okay?" tanya Tania. "Ah. Okay, kok. Kenapa?" "Lo keliatan kayak nggak semangat gitu. Kenapa?" "Ah iya. Ternyata besok ada kuis." "Katanya besok nggak ada kelas?" tanya sang ayah. "Lupa. Baru dikabari tadi di jalan pas mau ke sini." Akhirnya, dengan berat hati, Mika dan dokter Edwin pun pamit. Meninggalkan Tania dan Aly yang tidak tahu kapan akan beranjak dari tempat itu. "Tan, temen lo tadi nggak apa-apa?" tanya Aly. "Dia kan emang p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD