23. Who's more perfect?

1355 Words

“Memendam dan menerka-nerka itu jauh lebih sakit daripada menerima kenyataan kalau dia gak suka kita.” ---- Tania mengerjapkan matanya, ia memperhatikan sekelilingnya dan ia menyadari kini ia berada di dalam kamarnya sendiri. Ia tertidur sampai Aly membawanya, lelaki itu tak tega membangunkannya. Setidaknya itulah yang ia pikirkan. Ia melihat jam di atas nakas. “Setengah sembilan,” gumamnya. Ia menemukan sesuatu di atas nakasnya, tampak rapi dengan catatan kecil di atasnya. “I know it make you feel better!” Tania membacanya sumringah dan membuka bungkusan tersebut. “Ini kan novel yang gue pengen!” Ia langsung mendekap novelnya dan menerka bahwa Aly yang memberikannya. Ia mengambil ponselnya untuk mengirimkan pesan terimakasih kepada Aly. Gadis itu menimbang-nimbang, apa yang harus ia k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD