Radiva : Gua depan rumah lo. Adalah pesan yang Dandi baca setelah selesai mencuci muka. Lelaki yang masih memegang handuk kecil di tangannya itu membelalak. Tak percaya dengan pesan yang dibacanya, Dandi membuka tirai jendela dan membulatkan mata melihat siapa yang sedang berdiri di samping pagar besi rumahnya. Merasa masih tak percaya, Dandi kucek matanya dan melihat kembali. Gadis itu benar-benar ada di sana. “Emang orang gila! Jam 3 pagi udah ke rumah orang!” Gerutu Dandi. Lelaki itu segera mengambil duplikat kunci pagar rumah sebelum bergegas keluar dari kamar. Karena kamarnya ada di lantai satu dan dekat dengan ruang keluarga, memudahkan lelaki itu keluar tanpa harus membuat keributan. Menarik knop pintu, Dandi lihat dengan jelas siapa yang kini sedang tersenyum miring seraya men

