“Lo mau ngapain, sih ke sini?” Radiva mendongak. Melihat lelaki jangkung di depannya yang kini tampak sedang kesal. Menyimpan kembali alat tulisnya ke dalam saku bajunya, Radiva lalu bersedekap. Gadis itu bangkit dan berdiri sejajar dengan Dandi. Membuat Dandi dengan cepat menjaga jarak. Takut jika nanti sang mama melihatnya lagi dan berfikir yang aneh-aneh. “Mau jemput pacar. Kenapa? Gak boleh?” Tanya Radiva seraya mengangkat tinggi-tinggi kunci mobil di tangannya. Mendengar jawaban yang aneh, Dandi mengernyitkan keningnya dan menatap Radiva dengan bingung. “Siapa pacar lo?” “Lo,” jawab Radiva cepat. Dandi langsung terbatuk begitu Radiva menjawab pertanyaannya. Lelaki itu mengalihkan pandangannya seraya berdehem pelan. Merasa pipinya memanas. Sedangkan Radiva yang melihatnya hanya

