Meminta Izin - COB 22

1555 Words

“Harus banget lo bilang gitu?” Radiva yang sedang asik menyetir, menoleh. Melihat Dandi yang kini menggerutu di sebelahnya. Lelaki yang ia klaim sebagai pacarnya itu terus berdecak sebal dan mengatakan hal yang sama. Dan tanggapan Radiva sejak tadi jelas hanya mengedikan bahu tak acuh. Gadis itu fokus menyetir dengan sebelah tangannya. Karena tangannya yang lain memegang kotak s**u yang Dandi berikan. “Radiva! Lo punya mulut, kan?” Radiva melirik sekilas sebelum mengangguk. “Punya. Kenapa? Mau cium?” “Jawab pertanyaan gua bisa, kan?” Tanya Dandi kesal. Lelaki itu kemudian berdecak lagi. Decakan kesepuluh yang Radiva dengar pagi ini. “Jawab yang mana?” “Harus banget lo bilang gitu sama orang—“ “Orang tua lo juga kayanya gak keberatan,” jawab Radiva pada akhirnya. “Tapi lo jel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD