Kami baru saja selesai makan , hidangan yang tadi di bawa oleh pelayan pun sebagian besar nya sudah berpindah ke dalam perut kami . Ini adalah pengalaman pertama di hidup ku , aku benar - benar bahagia . Di bawa ke lesehan dan bisa menyantap makanan yang tidak pernah terpikir kan oleh ku sebelum nya adalah hal yang luar biasa untuk ku . Lalu di tambah dengan kue ulang tahun super besar yang bahkan bermimpi untuk mendapat kan nya pun aku tidak pernah . Hati ku di penuhi oleh kebahagiaan , debaran jantung ku pun semakin kencang . Aku duduk dengan kikuk di depan kak Sofyan yang kini sedang menatap ku hampir tak berkedip . Ku tunggu beberapa saat , aku berharap kak Sofyan membuka suara agar suasana di antara kami tidak menjadi canggung seperti ini . Namun apa yang ku harap kan ternyata tidak terjadi , kak Sofyan masih membisu sambil menatap ku .
" kak....kak...., kok diam sih ? " tanya ku dengan suara pelan hampir tidak terdengar . Seperti nya rasa gugup membuat tenggorokan ku terasa tercekat , ku cubit lengan nya saat ku lihat dia masih saja menatap ku sambil senyum - senyum sendiri . Ku tarik beberapa lembar tisue lalu ku gulung - gulung kecil kemudian ku lempar kan ke arah nya .
" yeee bukan nya jawab malah bengong aja " ucap ku .
" I love you cantik ...." ucap kak Sofyan tiba - tiba .
" HAAAH.....?? " aku berteriak dengan spontan mendengar ucapan nya . Dengan buru - buru ku ambil kaca kecil yang selalu ada di dalam tas ransel usang ku . Sejurus kemudian aku mulai sibuk melihat pantulan diri ku di cermin .
" mana ....? nggak ada tuh " ucap ku sambil mengalih kan pandangan ke arah kak Sofyan yang kini sedang menatap ku sambil terkekeh geli .
" apa nya yang gak ada....? Aku bilang kamu cantik loh bukan bilang ada nasi di wajah mu " ucap kak Sofyan sambil terkekeh.
" ya kan dulu terahir kali kakak bilang aku cantik itu ada hitam - hitam di wajah ku bekas abu gosok " ucap ku sambil memicing kan mata ku ke arah nya .
" ya kebetulan saja waktu itu ada warna hitam nya , tapi kamu benar - benar cantik kok di semua kondisi " ucap kak Sofyan lagi . Aku merasa wajah ku perlahan memanas mendengar ucapan nya , aku berusaha menyembunyikan senyum ku dengan menunduk kan kepala .
" ini menghina atau menghibur sih....? " tanya ku pelan . Pertanyaan yang awal nya ku tunjuk kan untuk diri ku itu pun ternyata di dengar oleh kak Sofyan.
" tidak dua - dua nya , itu pujian yang tidak berlebihan . Hei kamu cantik ... , secantik nama mu " ucap kak Sofyan lagi . Ku tunduk kan kepala ku semakin dalam untuk menyembunyikan senyuman yang tidak mau berhenti tersuging di bibir ku . Rasa panas semakin terasa di wajah ku , aku yakin wajah ku kini pasti sedang memerah seperti udang rebus karena pujian - pujian kak Sofyan tadi . Logika ku mencoba mengingat kan hati ku agar tidak melambung terlalu tinggi dengan pujian kak Sofyan namun sayang nya hati ku mengingin kan hal yang lain . Mungkin apa yang di katakan kak Sofyan tadi hanya basa - basi saja karena pujian itu sungguh sangat jauh berbeda dengan kenyataan nya . Aku adalah gadis upik abu yang tidak punya waktu sama sekali untuk merawat wajah ku . Hanya air dan sabun mandi saja yang menjadi skin care ku selama ini . Penghasilan ku sebagai pekerja di nenek ku jelas tidak cukup untuk membeli skin care seperti teman - teman ku yang lain nya atau gadis - gadis seusia ku . Jangan kan untuk membeli handbody , farfume atau apa pun nama nya yang sering teman - teman ku pamer kan di kelas, untuk makan dan kebutuhan sekolah ku saja masih kurang . Aku sering kali merasa minder jika melihat teman - teman ku yang lain nya . Kak Sofyan adalah seorang guru di SMA yang cukup terkenal , tentu di sana banyak anak - anak orang kaya . Yang dalam keseharian mereka selalu tampil modis dan merawat diri , sangat jauh jika di banding kan dengan diri ku . Terkadang itu yang membuat ku meragukan perasaan kak Sofyan pada ku, namun keraguan ku selalu bisa di hapus oleh nya selama ini dengan tindakan - tindakan sweet nya pada ku .
" kok diam sih....? Nunduk lagi....? Uang mu hilang neng ? " kelakar kak Sofyan .
" apaan sih kak , nggak lucu tau " sungut ku . Aku kesal karena kak Sofyan terlihat santai saja sementara aku sudah tidak karu - karuan seperti ini karena menahan gejolak perasaan ku .
" kakak kan bukan pelawak , jadi wajar dong kalau tidak lucu " kelakar kak Sofyan lagi . Lagi - lagi aku merasa kalah set dari nya . Tapi jika melihat profesi nya sebagai guru BK yang biasa menjadi tempat curhat para siswa , aku rasa itu hal yang wajar .
" kakak nyebelin....." ucap ku sambil kembali membuang muka ke arah lain .
" tapi juga ngangenin kan........, " ucap kak Sofyan lagi sambil meraih dagu ku lalu memutar wajah ku agar kembali melihat nya . Apa yang di katakan kak Sofyan kali ini memang ku akui dalam hati , karena kalau ku akui secara terang - terangan maka PD nya yang selangit itu bisa kembali muncul . Kalau sudah begitu , aku tidak bisa melakukan apa - apa .
" iiih ke PD an banget sih , " ucap ku sambil kembali menunduk kan wajah ku karena takut bertemu pandang dengan nya . Kak Sofyan kembali tertawa melihat tingkah ku , aku sendiri tidak tau . Entah bagian mana dari diri ku yang lucu sehingga kak Sofyan tidak henti - henti nya tertawa saat melihat ku .
" ooh ya , kakak punya sesuatu buat kamu..." ucap kak Sofyan sambil tersenyum . Senyum yang selalu membuat ku tidak bisa mengalih kan pandangan dari nya .
" punya apa....??" Tanya ku
" pokok nya ini adalah sesuatu yang spesial , tutup mata dong " ucap kak Sofyan .
" harus banget ya kak tutup mata....? " tanya ku lagi .
" ya harus dong...biar istimewa gitu " jawab kak Sofyan .
" kakak nggak bakalan ngerjain aku kan ...? " selidik ku . Kak Sofyan tertawa mendengar pertanyaan ku
" Waspada boleh aja kalik , tapi PARNO jangan...." ucap nya di sela - sela tawa nya .
" ya habis nya mencurigakan , tumben banget . Biasa nya kalau mau ngasih sesuatu ya kasih aja gituh gak perlu tutup mata " ucap ku berusaha berargument .
" ya kali ini kan beda , ini sesuatu yang berbeda dah pokok nya . Ayo tutup mata , kelamaan nih" ucap kak Sofyan sambil memasang tampang serius .
" ya ..., oke . Nih tutup mata " ucap ku sambil menutup mata ku rapat - rapat , sempat terbersit di pikiran ku untuk membuka mata ku sedikit karena penasaran dengan apa yang akan di berikan kak Sofyan . Namun hal itu ku urungkan begitu ku dengar suara kak Sofyan
" awas jangan ngintip ya ...., kalau ngintip tak sumpahin bintitan " ucap nya sambil terkekeh .
" ya nggak ngintip kok , tapi jangan terlalu lama ya nanti aku bisa ngantuk lagi " ucap ku .
" hemmm dasar belalang , tidur terus di pikiran nya " celetuk kak Sofyan . Suasana kembali hening , entah apa yang sedang di lakukan kak Sofyan sehingga suasana terdengar begitu sunyi . Sejurus kemudian
" oke...sekarang boleh buka mata " ucap kak Sofyan . Ku buka mata ku mengikuti intruksi dari nya . Aku terpaku di tempat ku begitu ku lihat apa yang ada di depan kun. Kak Sofyan duduk di depan ku sambil memegang kotak kecil bergambar hati yang lapisi bludru warna merah . Kondisi kotak yang terbuka membuat ku bisa melihat apa isi nya . Sebuah cincin cantik dengan mutiara kecil di tengah nya berada di tengah - tengah kotak ini . Ku telan saliva ku , tenggorokan ku terasa kering sehingga tak ada satu kata pun yang bisa keluar dari mulut ku . Untuk sesaat aku hanya bisa terdiam , aku masih merasa apa yang ku alami sekarang semua nya hanya mimpi indah yang tidak ingin ku ahiri . Beberapa kali ku cubit lengan ku sendiri
" aaawwwh sakit kok , arti nya aku nggak mimpi " ucap ku dalam hati .
" Syafira...., mau kah engkau menikah dengan ku....? " tanya kak Sofyan tiba - tiba .
" HAAAH....?" Hanya itu yang bisa keluar dari mulut ku .
" kakak tau ini terlalu cepat , tapi kakak juga tidak mau menikah sekarang . Yang penting kita tunangan saja dulu , mengenai menikah nanti setelah kamu siap.. bagai mana...??" Lanjut kak Sofyan . Aku bingung harus menjawab apa , ada rasa bahagia , malu dan gugup yang bercampur menjadi satu dalam diri ku .
" i...i...ni serius nggak sih...?" Ahir nya ku tanya kan apa yang dari tadi memenuhi pikiran ku .
" tentu..., kakak ingin kamu menjadi orang terpenting dalam hidup kakak untuk sekarang mau pun selama nya " jawab kak Sofyan .
" tapi aku masih sekolah kak..." ucap ku
" nggak masalah , kita kan cuma tunangan bukan menikah langsung . Saat nanti adik siap dan waktu nya sudah tiba . Baru lah kakak akan lamar adik secara resmi , bersama mama. Tapi sekarang kita tunangan saja dulu . Mau ya...? Kakak nggak mau Adik main - main di hubungan kita ini " jelas kak Sofyan . Lagi - lagi aku melambung mendengar ucapan nya , aku benar - benar merasa berharga dan di hargai oleh nya . Aku rasa , aku tidak punya alasan untuk menolak permintaan kak Sofyan ini . Maka ku angguk kan kepala ku untuk menjawab pertanyaan nya yang pertama tadi . Melihat itu kak Sofyan pun mencabut cincin yang berada di kotak kecil itu lalu menyemat kan nya di jari manis ku , lalu aku pun juga menyemat kan cincin di jari manis nya .
" mulai saat ini , tolong jaga hati dan pikiran kamu buat aku . Aku nyatakan kamu resmi jadi tunangan ku " ucap kak Sofyan sambil menggenggam tangan ku . Aku hanya bisa mengangguk sambil menetes kan air mata mendengar apa yang di katakan nya . Aku tidak tau bagai mana perasaan ku saat ini , semua rasa seakan membaur menjadi satu . Ada bahagia , kaget dan terharu . Kak Sofyan menyeka air mata yang menetes di pipi ku lalu menarik ku dalam dekapan nya .
" jangan nangis gitu dong ...., " ucap nya sambil mengelus kepala ku .
" aku nangis karena bahagia bukan karena sedih " ucap ku sambil menenggelam kan wajah ku di d**a nya . Aroma farfum kak Sofyan menenang kan ku untuk sejenak .
" kakak tau ..., cieee yang lagi bahagia " goda kak Sofyan sambil mengurai pelukan nya . Aku yang di goda nya pun hanya bisa tersipu sambil menutup wajah ku dengan telapak tangan . Kak Sofyan menarik telapak tangan ku yang menutupi wajah ,
" nggak sabar deh nunggu adik lulus " ucap nya sambil tersenyum .
" memang nya kalau sudah lulus mau ngapain....? " tanya ku sambil mengernyit kan alis
" kan kita bisa nikah,..." jawab nya sambil menaik turun kan alis nya .
" kok nikah sih....." protes ku.
" loh memang nya nggak mau nikah sama aku ......??" Tanya kak Sofyan dengan wajah di tekuk.
" loh bukan nya nggak mau , tapi kan belum waktu nya gituh . Aku juga pengen kali kak , kuliah gitu kayak orang lain . Tapi kalau nggak ada biaya ya..., mungkin aku akan cari kerja dulu " jawab ku . Aku yang sudah melambung pun tiba - tiba terhempas begitu ku teringat akan kondisi ekonomi keluarga ku .
" tentu ...., kamu akan kuliah . Kakak yang akan nguliahin kamu tapi kita nikah dulu , kakak nggak mau nanti pacar kakak di godain teman kampus nya " ucap kak Sofyan .
" iiih posesif nie...." kini giliran ku yang menggoda nya .
" biarin..... posesif sama tunangan sendiri boleh dong asal jangan sama tunangan orang " kelakar kak Sofyan .
" makasih ya kak sudah melakukan semua ini untuk ku " ucap ku sambil tersenyum haru .
" kakak yang harus nya terimakasih , terimakasih karena sudah hadir di hidup kakak dan menjadi warna paling terang di hari - hari kakak " ucap kak Sofyan . Aku tidak bisa berkata apa - apa lagi mendengar ucapan kak Sofyan . Rasa nya aku ingin waktu berhenti saat ini juga , agar semua kebahagiaan ini tidak berahir . Kak Sofyan memang kado terindah yang tuhan berikan untuk ku .
" terimakasih ya allah ..." ucap ku dalam hati .