2 . awal yang baru part .1

1260 Words
pertengahan semester ganjil sekitar bulan November , saat itu aku masih kelas satu . SMK kesehatan tempat ku sekolah mengadakan karantina bahasa Jepang di pondok bambu daerah LNK . karantina itu boleh di ikuti oleh semua siswa - siswi yang berminat baik itu dari kelas satu sampai kelas tiga . Linda teman sekelas ku mengajak ku untuk ikut serta dalam kegiatan itu , awal nya ku menolak tapi dia terus memaksa ku . " baik lah aku ikut " ucap ku " tidak ada salah nya aku mencoba " pikir ku . semua peserta karantina di harus kan membayar uang pendaftaran sebanyak RP .200.000 . uang tabungan ku selama berbulan - bulan habis lah sudah . pada hari yang sudah di tentukan , semua peserta karantina pun berkumpul di sekolah . sebagian besar peserta karantina berasal dari kelas dua dan tiga , sementara yang kelas satu hanya aku dan teman ku Linda . tepat jam 09.00 pagi , bus sekolah pun sudah datang , semua peserta bergegas naik . Tidak lama kemudian bus pun berangkat . pesawat tanpa sayap itu melaju dengan kecepatan sedang menerobos di antara lalu - lalang kendaraan yang sudah sedikit ramai . di dalam bus pun suasana menjadi sedikit ramai , sebagian kakak - kakak kelas ku ada yang bernyanyi sambil bermain gitar dan ada juga yang bercanda sambil melempar ejekan - ejekan yang menimbul kan perdebatan kecil . Aku duduk di sudut bus sambil memperhatikan keceriaan mereka , di wajah mereka tidak terlihat beban sedikit pun . Sangat jauh berbeda dengan ku . setelah bosan melihat mereka , ku alih kan pandangan ku keluar menerobos jendela bus . memasuki wilayah desa LNK jalanan sudah mulai sepi , udara nya pun sedikit sejuk . di kiri kanan jalan banyak di tumbuhi oleh pohon - pohon liar yang membentuk hutan - hutan kecil . ku buka jendela bus lalu ku condongkan kepala ku keluar . Ku biar kan hembusan angin menyapu lembut wajah ku . ku nikmati irama pianika alam yang begitu indah menimbul kan ketenangan yang sulit untuk di Jabar kan. " maha suci engkau ya Allah..." puji ku dalam hati . tiba - tiba saja aku mendengar suara dari belakang ku . " hey melamun saja ...,nanti kesambet setan gagu tau rasa " ku balik kan badan ku secara spontan , di dekat ku sudah duduk seorang anak laki - laki . ku pandangi dia dengan kesal . " biarin saja ...." balas ku singkat sambil kembali mengarah kan pandangan ku keluar jendela . mengganggu suasana saja " kata ku dalam hati . aku kembali memusat kan pikiran ku pada deretan pohon - pohon di pinggir jalan yang berjejer rapi . Namun tiba - tiba bus yang kami tumpangi berhenti . Sebelum sempat aku bertanya kenapa bus nya berhenti secara tiba - tiba , aku melihat semua kakak - kakak kelas ku sudah berhamburan keluar dari bus . " oh ternyata sudah sampai " pikir ku .aku menuruni tangga bus dengan perlahan , ku injak kan kaki ku di atas rumput yang terhampar segar . di bagian depan pintu masuk tertulis besar " LESEHAN PONDOK BAMBU ..." kami semua melangkah memasuki halaman luas yang di penuhi oleh beraneka ragam pohon dengan rumput hijau yang terhampar dan terlihat sangat terawat . di tengah - tengah rumput terbentang jalan setapak yang terbuat dari Papin blok , jalan itu menjadi pembatas sisi kiri dan kanan halaman .di sebelah kiri halaman itu , berjejer pondokan - pondokan yang terbuat dari bambu yang berbentuk rumah panggung dengan atap yang terbuat dari ilalang . tidak terlalu luas , hanya ada satu kamar tidur dengan sebuah kamar mandi kecil di dalam nya dan bagian depan nya berbentuk teras serta tangga yang tidak terlalu tinggi . aku perhatikan satu - persatu ukuran dan warna nya sama , jarak nya pun juga tidak terlalu berjauhan . di bagian belakang pondokan - pondokan tersebut terdapat kolam - kolam ikan berbagai jenis . " sempurna ..., sangat sempurna " ucap ku dalam hati . di ujung jalan setapak yang kami lewati , terdapat pondokan senada namun ukuran nya lebih besar dari yang lain nya dan itu lah yang menjadi tujuan kami saat ini . sampai di depan pondok besar itu kami di sambut oleh seorang kakek yang menggunakan topi putih dengan surban yang terselempang di bahu nya . usia nya sekitar 60 an tahun tapi terlihat sangat segar . dengan senyum yang tersuging di bibir nya dia berkata , " selamat datang di pondok bambu , back to nature " kami di persilah kan masuk , satu per satu kami menaiki anak tangga pondokan itu lalu duduk berjejer menghadap pintu . teras depan pondokan itu cukup luas , maklum karena ukuran pondokan nya pun juga lebih besar dari yang lain nya sehingga mampu menampung kami semua yang berjumlah sekitar 25 orang . setelah kami semua duduk , para ibu - bapak guru pembina dari sekolah pun juga ikut naik .maka berlangsung lah acara serah terima , dari sekolah menyerah kan kami ke pada pihak pondok bambu untuk belajar bahasa Inggris dan Jepang selama satu bulan di sana . setelah acara serah terima selesai , maka kami pun di bagi - bagi dalam beberapa kelompok . satu kelompok berisi lima orang anak dan di setiap kelompok menempati satu pondokan .setelah di bagi , kami pun masuk ke dalam pondokan masing - masing untuk beres - beres baju dan istirahat sebentar sebelum memulai kegiatan karantina. aku mendapat kan pondokan paling ujung yang langsung dekat dengan sawah .di antara kami ber lima hanya sendirian ku yang kelas satu sementara yang empat nya kelas dua semua . aku merasa asing , di saat mereka mengobrol atau bercanda dan tertawa tentang sesuatu aku hanya berdiam diri saja atau terkadang pura - pura sibuk dengan buku ku untuk menyembunyikan rasa canggung ku . tidak ada yang bisa ku ajak bicara , Linda teman ku satu - satu nya yang bisa ku ajak untuk bicara pun berada di pondokan yang terpisah dengan ku . malam pertama di pondok bambu di awali dengan kegiatan yasinan setelah itu baru perkenalan lokasi . kami di jelas kan denah -denah lokasi , peraturan - peraturan yang ada di pondok bambu . lalu acara malam itu di tutup dengan solat isya' berjama'ah . selesai solat isya' kami pun kembali ke pondokan masing - masing untuk istirahat agar bisa bangun pagi - pagi sekali untuk memualai belajar dan melakukan kegiatan karantina lain nya . malam ini aku tidur di dekat pintu dengan tas sebagai bantal ku . malam sudah larut tapi aku belum juga bisa memejam kan mata ku . aku melihat ke sekeliling ku , ke empat kakak kelas ku sudah tertidur dengan pulas . aku terus berusaha untuk memejam kan mata namun tetap saja usaha ku sia - sia . mata ku terus terjaga sementara malam pun semakin larut . pikiran ku terus mengawan di penuhi tanda tanya . " bagai mana dengan pekerjaan ku di rumah...? siapa yang menggantikan ku menimba air....? siapa yang menggantikan ku menyiap kan barang dagangan....? bagai mana dengan nenek ku , bisakah dia mengerjakan nya sendiri ? " pertanyaan - pertanyaan ini terus saja mengganggu ku , tiba - tiba saja aku merasa menyesal sudah mengikuti karantina ini . aku tidak bisa membayang kan bagai mana nasib nenek ku , harus bekerja sendirian tanpa ada aku yang membantu nya dan itu pun untuk satu bulan , waktu yang cukup lama . karena lelah dengan pikiran - pikiran ku ahir nya tanpa sadar aku pun terlelap , berlayar ke pulau kapuk .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD