"Ibu sangat senang melihat kalian berdua akhirnya resmi menjadi pasangan suami istri. Dan Ibu juga berharap kalian berdua segera diberi kepercayaan untuk memiliki momongan. Sungguh Ibu takut tidak bisa melihat dan menggendong anak kalian kelak. Seperti yang kalian lihat, semakin hari kondisi Ibu semakin buruk saja," tutur Berta. Saat mereka telah menyelesaikan sarapan masing-masing. Mendengar ucapan Berta, Nadira langsung menoleh ke arah Marcel, yang sedang meminum tegukan terakhir kopinya. Pria itu tampak santai menanggapi ucapan sang Ibu yang membahas tentang keturunan. Keturunan. Tentu saja mereka harus melakukan hubungan suami istri agar bisa memberikan seorang cucu untuk Berta. Dan Marcel santai saja dalam menanggapi hal tersebut. Apakah itu artinya ia lupa dengan janjinya tadi sub

