Windy terus melangkahkan kaki ke dalam resto itu dan mulai mencari-cari seseorang. Tak lama, ia melihat Viona sudah menunggu si sebuah meja. Windy segera menghampiri wanita itu. “Kak Viona, apa kabar?” Windy menjulurkan tangan kepada wanita itu, dan Viona membalas uluran tangan Windy. “Alhamdulillah ... baik, Kamu?” “Alhamdulillah sehat, Kak. Masyaa Allah, kak Viona sekarang udah berjilbab? Cantik banget.” Windy tertegun melihat kecantikan Viona dalam balutan hijab pashmina yang ia bentuk sedemikian rupa. “Iya, semenjak kamu ajarin waktu itu. Sekarang kalau kemana-mana, aku sudah terbiasa berhijab.” Viona tersenyum. “Baguslah, Kak. Tapi beneran lho, kakak cantik banget.” Windy tanpa malu, mengekspresikan rasa kagumnya hingga membuat Viona jengah. “Ah, kamu berlebihan ... aku jadi mal

