BAB 42 – Meninggalkan Rumah

1196 Words

Windy membiarkan Putra pergi meninggalkannya seorang diri di dalam kamar. Wanita itu sakit hati. Ia tau, tak pantas ia melawan suaminya. Tuhan-nya akan mengutuk hal itu. Tapi, kini ia terdzolimi. Apakah Windy harus tetap diam dan menerima semua kekerasan fisik dan batin yang di berikan Putra? Windy bangkit dan berlalu ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. wanita itu ingin pergi dari rumah Putra. Ia sudah lelah dengan segala rasa sakit dan derita selama ini. Cerai ... Itu yang terpikir oleh Windy. Tapi? Pernikahan yang tidak diakui secara hukum negara membuat Windy semakin dilema. Ia tidak mengerti, bagaimana cara menngugat cerai Putra. Windy juga terpikir, bagaimana dengan status sosialnya kelak. Ia akan semakin di pandang hina oleh masyarakat sekitar rumahnya. Tiga bulan, i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD