BAB 54 – Menemui Putra

1659 Words

Pukul tiga sore, Windy dan Irfan bersiap pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasil visum. Mentari sudah diantarkan oleh Windy ke rumah mertuanya saat istirahat siang. “Sudah siap, Ndy?” Irfan masuk ke ruangan Windy. “Iya, sudah.” “Mau ke mana, Kak?” tanya Vivi. “Abang dan Windy mau ke kantor PU sebentar, ada yang mau di urus.” Irfan berbohong. “Lha? Yang ditanya siapa? Yang jawab siapa? Ada yang disembunyikan ya?” Vivi kembali menggoda Irfan dan Windy. “Apaan sich ....” Windy kembali melempar Vivi dengan bongkahan kertas bekas. “Au ... hmm ... mau main lempar-lemparan lagi buk?” Vivi sudah melototkan matanya ke arah Windy. “Sudah ... sudah ... malah main-main. Kayak anak kecil saja ini berdua. Ayo Windy, kita segera berangkat. Nanti terlambat.” Irfan mulai berlalu. “Iya, Bang.” W

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD