Episode 11 - Kelulusan

1185 Words
tak terasa hari ini adalah hari kelulusan, tak sabar Shally menanti hari ini, dengan janji David yang akan menikahinya seusai lulus sekolah, Shally ingin mengetahui apakah David menepati janjinya atau tidak. Shally mendapatkan kelulusan nya dengan nilai yang baik, Shally berhasil merubah nilai nilai nya yang sempat menurun drastis menjadi lebih baik lagi. Shally telah memenuhi janji janji nya kepada wali kelasnya untuk merubah prilaku nya disekolah juga nilai nilainya menjadi lebih baik. Namun janji yang telah David ucapkan pada Shally itu tidak benar benar ia penuhi, David beralasan dia ingin menceraikan istrinya terlebih dahulu, karena mereka memang sedang dalam proses perceraian, yang sedang di urus dari kantor tempat david bekerja. Entah harus merasa sedih ,atau bahagia, sebenarnya Shally bingung dengan perasaan nya, positifnya, mungkin Shally dapat lebih lama bersenang senang sebelum menjalani hubungan rumah tangga dengan David. setelah menerima kelulusan dari sekolah, Shally mulai mencari pekerjaan agar tidak menggantungkan hidup terhadap David lagi.. Shally mencoba melamar pekerjaan ke berbagai tempat ,, untuk permulaan Shally juga melamar pekerjaan di sebuah butik di salah satu mall. "beruntungnya aku bisa langsung masuk kerja, walau hanya sebagai penjaga toko, setidaknya aku bisa memiliki uang sendiri tanpa harus memberatkan orangtua lagi " beberapa hari setelah bekerja, pergi dipagi hari dan pulang sudah larut malam, membuatnya lelah, namun dia berusaha menikmati hari hari nya itu, karena Shally mendapat kan teman teman baru di sana. satu bulan berlalu, Shally memilih pindah bekerja ke tempat lain, namun masih sama di toko juga. karena saat itu tidak ada pekerjaan lain yang dapat menerima lulusan SMA selain sebagai penjaga toko. kali ini Shally bekerja di toko aksesoris. setidak nya Shally dapat meluaskan pekerjaan nya, kali ini Shally merasa lebih happy. karena jarak nya yang agak jauh dari rumah, Shally biasa di jemput oleh David ketika pulang dari tempat bekerja nya, terkadang juga dia dijemput oleh sodara sepupu nya, tapi kali ini,, telepon genggam nya berdering, "hallo, ?" "hai shally, apa kabar? aku aldy" "hai aldy, kabar aku baik, kamu juga apa kabar? "aku juga sama, baik baik aja kok." "ngomong ngomong, kamu udah selesai sekolah ya,? sekarang lanjut kuliah apa kerja?" "aku kerja dy,, ihh kamu kemana aja sih gk pernah ada kabar juga, bt tau,, "deuh,, ada yang kangen nih sama aku" jawab aldy sambil terkekeh. "ih bt ah,, bukan nya jawab juga malah ledekin," Shally menjawabnya dengan ekspresi kesal dan cemberut di balik telepon. "hehe,, iya maaf,, kemaren kemaren aku pulang dulu ke kampung, ayah aku sakit, jadi enggk kepikiran ngabarin yang ada disini." maaf ya, jangan marah."jawab aldy menyesal. "iya udah, terus sekarang kamu ada dimana dy?" masih di kampung atau di kantor nih?" "aku udah di kantor sekarang. oh iya kamu kerja dimana? "aku sekarang kerja di toko aksesoris"kenapa?mau jemput aku?"tanya Shally terkekeh dan penuh harap dalam hatinya. "boleh, kalo enggak ada yang marah,, emank nya cowok km enggak jemput km ly?" "ya makanya aku tanya kamu, karena gk ada yang jemput aku malam ini." "ya udah ok deh aku jemput kamu, di kirim aja alamatnya ya" "siap, jam 10 malam nanti aku tutup toko. kamu udah stay ya dy" "ok," "10.00pm "brrraaak" Shally menutup rolingdor di toko tempat ia bekerja. lalu ia berjalan keluar dari komplek pertokoan untuk mencari Aldy yang telah berjanji untuk menjemputnya. "Aldy dy mana ya?" Shally bergumam sambil menengok kanan dan kiri, karena jalanan masih ramai oleh para penjaga toko yang lain yang sama sama baru menutup toko nya. "hai," bisik Aldy ke belakang rambut Shally, yang datang dari arah belakang dan langsung memeluk punggung Shally tentu saja membuat Shally sangat terkejut. "ya tuhan, Aldy kamu ngagetin aja, untung aku gak pingsan" Shally lemas di pelukan Aldy karena begitu terkejut. "maaf,, yuk jalan sekarang, tuh kendaraan aku di parkir sebelah sana." tuntun Aldy sambil tak melepas genggaman tangan nya yang mengisi setiap sela di jemari Shally, Shally begitu terpesona oleh Aldy, Aldy selalu saja bisa membuat hati Shally begitu tak kuasa menahan rasa sesak di dadanya, batin nya selalu saja berkecamuk ketika bersama Aldy. kebimbangan yang mendalam karena kebaikan dan ketulusan Aldy. Aldy tak pernah meminta apapun terhadap Shally, bahkan tatapan tak senonoh pun tak pernah terlihat di wajahnya. yang dirasakan Shally hanya begitu nyaman, hangat, dan rasa dilindungi, hanya saja status yang mereka miliki hanya sebagai teman. walaupun kemesraan mereka begitu jelas terlihat oleh orang orang yang memandangnya. Namun Shally selalu mengingat pertanyaan nya terhadap Aldy di masa lalu, bahwa ketika ia bertanya kenapa Aldy begitu baik padanya, jawab Aldy karena kita teman, dan sudah seharusnya saling bantu dan peduli. tapi yang dirasakan Shally adalah berbeda. Shally selalu merasakan adanya cinta yang di berikan Aldy kepadanya, Shally begitu ingin mendengar kata kata itu keluar dari mulut Aldy untuk nya. namun itu hanya harapan Shally yang tak kan pernah terjadi. # kantor Aldy # "kamu enggak apa apa ke sini dulu? apa gak di cari cari sama keluarga mu?" "sudahlah enggak usah khawatirkan aku, biar itu menjadi urusanku ketika pulang nanti." "ya aku kan cuma gk mau kalo nantinya jadi masalah buat kamu, sayang" jawab Aldy dengan perkataan lembut juga cemas sambil mengelus atas kepala Shally dengan penuh kasih. membuat jantung Shally menari nari,rasanya ingin memeluk Aldy saja. dengan wajah malu Shally menjawab perkataan Aldy. "ikhh apa sih Aldy inih,, gak usah ge'er in aku deh.." "kamu pernah bilang kalau kita ini teman kan, waktu aku tanya kenapa kamu peduli sama aku. tapi tingkah kamu sekarang ini udah lebih dari sekedar teman Dy, " Shally tak kuasa menahan hatinya, hingga ia meluapkan kekesalan nya. Aldy hanya diam tak berkata, Aldy lalu memeluk Shally ,hingga membuat Shally bingung. Dan kemudian pecah tangisnya mengisi seluruh ruang di kamar Aldy... tak mereka sangka, ternyata disana masih ada salah satu teman nya Aldy yang belum pulang bernama Raihan, karena kelelahan dan tertidur di kantor di salah satu ruangan. karena tangisan shally menyebar ke seluruh ruangan, jelas membuat Raihan terbangun dari tidurnya. Raihan mencari arah dari mana suara tangis itu berasal. Raihan terus mencari ke setiap ruangan di tiap lantai. kemudian Raihan menaiki tangga menuju ke lantai 3 kamar nya Aldy. "brruk, brruk, brruk" suara langkah sepatu Raihan terdengar jelas oleh Aldy dan Shally, sontak mereka saling merenggangkan badan, dan melepaskan pelukan mereka, " Aldy, siapa yang nangis?" Raihan terdiam, kaget melihat keberadaan Shally disana selarut itu. "oh maaf ya ganggu, aku kira tidak ada tamu disini" aku permisi ya mau tidur lagi di bawah" sambil mengacungkan dua jari nya mengisyaratkan damai. Raihan menuruni setiap anak tangga dengan perlahan, tidak ingin mengganggu suasana Aldy dan Shally. walau dalam hatinya begitu banyak pertanyaan yang ingin ia layangkan terhadap Aldy saat itu. Raihan kembali ke ruangan nya dan kembali merebahkan badanya di sofa untuk melanjutkan tidurnya. namun walau telah ia paksakan untuk menutup mata, ia tetap saja terjaga, tentu saja karena rasa penasaran dalam hatinya tentang gadis yang sedang bersama Aldy saat ini. membuat Raihan berfantasi, pikiran nya berjalan jauh memikirkan apa yang akan dilakukan Aldy bersama gadis yang sedang bersamanya saat ini, juga alasan mengapa gadis itu menangis. "huft, sebaiknya aku tanyakan besok saja pada Aldy." #bersambung##
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD