setelah Raihan turun dari kamar Aldy dan kembali ke ruang kerja nya, Aldy bertanya kepada Shally, kenapa Shally sampai menangis seperti itu..
Shally hanya terdiam. tak ada jawaban
"sayang, kenapa kamu nangis seperti ini? aku bingung harus berbuat apa." tak segan lagi Aldy memanggil Shally dengan sebutan sayang.
"udah dong sayang,, jangan diem aja"
"tak..... tak.... tak...
hanya suara detik jam yang terdengar..
lalu Shally beranjak dari sana, dan pergi ke toilet untuk membasuh muka dan menenangkan diri. sedangkan aldy membuatkan teh hangat untuknya.
#krakk, ciiiit..
bunyi pintu kamar mandi
Shally keluar dari dalam sana
"ini aku buatkan kamu teh hangat. minum dulu ya."
"makasih" jawab Shally lirih,,
Shally duduk di pinggir tempat tidur.
"akhirnya bersuara juga" batin Aldy berbicara.
"maaf jika sikap aku membuat kamu bingung Dy."
tapi aku juga bingung sama semua sikap kamu yang begitu baik sama aku."
"iya aku ngerti ko, semua tentang perasaan kamu itu enggak ada yang salah ko. karena aku juga punya perasaan yang sama sama kamu. aku sayang banget sama kamu ly, makanya aku gak rela jika kamu deket sama cowok cowok lain. tapi apa hak aku buat larang larang kamu .sedangkan aku hanya teman bagi kamu."
mendengar perkataan Aldy seperti itu, Shally langsung memotong pembicaraan nya.
"lho ,bukan nya kamu yang bilang kalo kita cuma teman. " jawab Shally emosi
"iya tapi kan kamu udah mau nikah ly." jawab Aldy dengan wajah kecewa..
"dan saya juga sebenarnya udah mau tunangan ketika kemarin ke kampung .tapi karena satu alasan, pertunangan kami di undur.
"oh,, begitu ya" Shally dengan raut kecewa memalingkan wajahnya dari Aldy ,dan tak terasa air matanya mengalir kembali membasahi pipi.
"Shally, sayang, udahh ya nangis nya. udah gak usah bahas ini. yang penting kita masih bisa ketemu kan! seru Aldy
"iya, kita masih bisa bertemu sampai akhirnya aku nikah nanti. karena jika aku udah nikah nanti ada kemungkinan aku dirumah aja, dan gak bisa buat alasan untuk ketemu kamu. " jawab Shally sangat menyakitkan.
"ya sayang ,gk usah di pikirin dulu ya, sekarang gimana? kamu udah mau pulang? biar aku antar ya?"
tanya Aldy mendesak Shally.
"ihh kok jadi ngusir gini sih?
"bukan ngusir sayang. aku cuma nanya, kalo kamu masih betah ya udah istirahat aja dulu."
"iya, aku mau tidur disini dulu aja.." Shally merebahkan badannya di atas tempat tidur yang biasa digunakan Aldy untuk beristirahat.
"Aldy,,".. panggil Shally manja
"iya sayang" Jawab Aldy yang masih duduk membaca bahan bahan skripsi nya.
"sini, temenin aku,," panggil Shally yang ingin ditemani oleh Aldy.
Aldy pun menghampirinya, menuruti permintaan Shally untuk tidur menemani nya. Aldy merebahkan badannya di samping Shally.
mereka tidur miring dan saling berhadapan. ditarik selimut yang ada di bawah kaki mereka oleh Aldy untuk menghangatkan tubuh dari dingin nya malam .
tak terasa mereka tertidur begitu lelap,
# 02.15 am
Shally terbangun, ia tidak ingat bahwa ia tertidur di kamar Aldy, Shally membuka mata, dan langsung melihat wajah Aldy yang begitu tulus menemaninya tidur, Shally masih berada di pelukan Aldy. dan Aldy jelas tidak bisa merubah posisinya karena tangannya tertindih oleh kepala Shally,
melihat ketulusan Aldy, justru timbul pikiran pikiran nakal yang datangnya dari Shally terhadap Aldy.
Shally menempelkan bibirnya ke bibir Aldy. dengan perlahan Shally melumati bibirnya, dan perlahan lidahnya masuk menjulur, menelusup kedalam rongga mulut Aldy. di gigitnya, perlahan bibir atas Aldy. sontak Aldy terbangun dan kaget.
namun Aldy menyambut kecupan Shally dengan semangat. mereka terus b******u hingga tak dapat menguasai diri.
Shally menarik baju kaos Aldy ke atas hingga terlepas. dan Aldy pun sama,
Aldy menarik baju Shally keatas hingga terlepas, mereka lanjut berciuman dengan posisi Aldy menelungkup menutupi tubuh Shally ,di rabanya d**a Shally, diremas lalu di buka bra milik nya.
dia remas kedua buah d**a Shally dan dia lahap dengan begitu semangat, Shally berusaha menggapai celananya dan diturunkan celana yang sedang ia kenakan.
Shally membalikan keadaan, kini dia yang berada di atas Aldy, dengan tergesa-gesa Shally membukakan celana Aldy,
Aldy sempat menggelengkan kepala ragu.
namun Shally tetap melakukannya.
Shally mengeluarkan senjata milik Aldy,
dia mainkan, dan di jilat nya, dikulum nya, hingga Aldy tak bisa bicara tertahan. Aldy begitu menikmati permainan Shally yang begitu pandai. tentu saja ,karena Shally sudah terbiasa bermain dengan David sebelum nya.
Shally lebih agresif dari biasanya kali ini Shally seperti ingin memuaskan dirinya dengan Aldy.
Shally tetap di atas, mencumbu Aldy, menyodorkan d**a nya untuk dilahap Aldy. kemudian Shally mulai menuntun senjata Aldy dan dia masukkan perlahan,,
Aldy hanya diam menahan rasa nikmatnya sambil melahap buah d**a Shally yang kini mulai bertambah besar karena sering dilahap pria.
Shally terus memompa tubuh nya di atas tubuh Aldy,,
dengan penuh semangat Shally melakukannya menggerakkan pinggulnya naik turun.
Aldy lalu merubah posisinya, Shally di balikkan, membungkuk dengan gaya dogstyle. Aldy memompa kuat kuat,
"ughh terus sayang,, terus.."
"ouh.. ough... sayang, ,lebih cepet sayang."
Shally terus mendesah nyaring.. hingga tak sadar ada seseorang di bawah sana yang sedang mendengarkan suara suara desahannya itu.
semakin lama semakin cepat Aldy memompa tubuh nya hingga klimaks.pelepasan yang begitu nikmat yang mereka berdua rasakan.
"plllukk, pllukkk, plllukk ,pllukk.
"oughh. oughh sayang. .oughhh."
akhirnya Aldy mengeluarkan semua yang telah ia pendam.
Aldy dan Shally kelelahan hingga tertidur lagi tanpa mengenakan pakaian dan hanya selimut yang mereka gunakan untuk menutupi diri.
# 05.00 am
Aldy terbangun dan membersihkan diri, ia bergegas untuk melakukan sholat subuh. lalu dia pergi keluar kantor untuk membeli sarapan untuknya dan Shally.
Shally masih tertidur lelap, dan masih tanpa pakaian.
Aldy tidak ingin mengganggu tidurnya, dan Aldy meninggalkan nya di kamar, dan tak mengingat bahwa mereka tidak hanya berdua di kantor. tapi ada temannya sejak malam.
Raihan yang sejak mendengar desahan Shally itu dia tak bisa tidur lagi, dia merasa sangat gelisah dan juga resah juga ingin melakukannya karena terpancing oleh suara Shally yang begitu nyaring dan menggoda. membuat darah didalam tubuh Raihan mendesir dengan cepat menuju alat vital nya. burung yang sedari malam terbangun tegak karena suara suara bising dan menggoda yang membuatnya terus tegak ingin memuntahkan laharnya.
ketika melihat Aldy keluar kantor, Raihan bergegas naik ke kamar Aldy, Raihan menggantikan Aldy dan tidur memeluk Shally,, sedangkan Shally masih terlelap saja.
melihat wajah manis Shally, apalagi ketika tertidur, menurutnya Shally itu begitu menggoda iman nya ,mungkin Raihan masih teringat dan terbayang desahan desahan Shally semalam.
Raihan mencoba menyentuh tubuh Shally ,perlahan tangan nya menelusup ke dalam selimut, di rabanya perlahan d**a Shally yang kenyal, dengan p****g kecil ya yang sudah mulai mengerucut karena sentuhannya. di kecupnya leher hingga d**a Shally, Shally merespon, namun dia tak membuka mata,
"achh,, achh "
"ummhh "
hanya desahan yang keluar dari bibir Shally tanpa membuka mata, dan tak tahu bahwa yang menyentuh nya itu bukanlah Aldy.
mendengar respon Shally yang begitu menggodanya membuat Raihan bersemangat, nafsunya memuncak, hingga ia mulai melahap d**a Shally dengan rakus sambil diremas kuat karena hasratnya yang begitu tinggi, cucuran lendir berwarna bening mulai mendesir dari sarang Shally dan tanpa ragu Raihan mulai memasukkan senjatanya tanpa berlama lama., raihan terus memompa tubuh nya ,sambil kedua tangan meremas d**a Shally dan
sesekali bibir nya bergantian melumati bibir Shally dan melahap buah d**anya.
"ough,, ough emhhh "
Shally terus mendesah dan suaranya memenuhi seluruh ruangan,, Raihan terus melakukan aktivitasnya membolak balikan tubuh Shally dan memompanya tanpa henti hingga Raihan pun merasakan kenikmatan yang luar biasa.
gempurannya semakin menjadi ketika hendak melakukan pelepasan.
hingga Raihan selesai melakukan aksinya, Shally tetap tidak membuka mata karena ia merasa sangat lemas dan kantuk. tanpa menghiraukan apapun Shally kembali terlelap.
Raihan merapikan diri nya dan kemudian menutup tubuh Shally dengan selimut seperti sebelumnya..
Raihan mengecup kening Shally, dan kembali turun ke ruang kerjanya..
beberapa saat kemudian Aldy kembali ke kantor dengan membawa kotak makan untuk nya dan juga Shally, Aldy juga sempat mampir ke toko pakaian untuk membelikan Shally pakaian. karena kemungkinan Shally pergi ke tempat kerja dari kantor Aldy.
#bersambung#
guys ,,, terus tunggu update nya ya,pastinya akan terus mengeluarkan cerita cerita yang tidak terduga???... thx