Episode 13 - kemurkaan aldy

1090 Words
Shally merasa enggan untuk bangkit dari tempat tidur nya saat ini, ia hanya merasakan lemas diseluruh tubuh nya. "sayang, bangun ya, mandi dulu sana, abis itu makan, ini aku udah bawain makanan sama pakaian buat kamu," Aldy membangun kan Shally perlahan sambil mencium pipi dan kening nya. "hmmm.. masih lemes sayang" "lagian, kamu pake nambah segala" jawab Shally dengan mata yang masih terpejam. Aldy heran dengan jawaban Shally, namun ia menganggap bahwa Shally hanya mengigau saja. "sayang bangun yo, emank nya kamu gk kerja?" dengan kepala berat Shally pergi ke kamar mandi dengan menggulung selimut di badan nya. setelah beberapa saat, Shally keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk yang menyelimuti tubuhnya. membuat Aldy menelan air liurnya, namun segera ia memalingkan wajahnya untuk menjaga pandangan juga untuk menguasai hasratnya, agar tidak melakukan nya hanya karena nasfu semata. "kenapa dy, kok kamu buang muka sih? gak suka ya? gak suka tapi kok nambah sih? " tanya Shally sambil terkekeh melihat tingkah Aldy . "dari tadi kamu kok bilang nambah terus sih? aku gk ngerti ?" Aldy bertanya heran pada Shally, "iya," "barusan, sebelum kamu bawain makanan kan kamu nambah lagi dy, gak usah pura pura lupa gitu napa sih, gak usah malu juga." penjelasan Shally membuat Aldy mengerti, dan marah. namun Aldy marah pada temannya itu, Aldy mengerti kenapa Shally menganggap Aldy melakukan nya lagi, berarti Shally melakukannya dalam keadaan setengah sadar. Aldy kemudian memeluknya dan meminta maaf, namun ia tak menjelaskan pada Shally bahwa yang melakukan keduakalinya itu bukanlah dirinya. karena Aldy takut jika Shally mengetahuinya, entah apa yang akan terjadi, dan entah bagaimana perasaan Shally nantinya. aldy memeluknya dengan erat, dengan perasaan bersalah karena telah lalai menjaganya. "dy,. udah dong peluknya, aku mau pake baju dulu nih." dengan berat Aldy melepaskan pelukannya, lalu ia kecup kening Shally penuh kasih. membuat Shally terharu dan bertanya dalam hati, "kenapa Aldy, kok tingkah nya aneh sih? "dy, kamu baik baik aja kan? apa aku buat salah?" tanya Shally perlahan terhadap Aldy. "enggk ko, aku gak apa apa. justru aku mau minta maaf, jika selama ini aku berbuat salah sama kamu," "ihh,, kamu ni kenapa. sih aneh gitu. udah ah aku mau pake baju dulu" "selagi kamu pake baju, aku tunggu kamu di bawah aja ya" "oke" Aldy menuruni tangga perlahan, lalu ia masuk ke ruang kerja Raihan. terlihat Raihan sedang membaringkan tubuhnya di sofa dalam ruangan nya, dia memejamkan mata namun tak tidur, karena terlihat bibirnya menyungging kan senyuman, mungkin ia masih terbayang, dan nikmatnya pun masih terasa . namun sikap nya itu membuat Aldy sangat marah, Aldy mengangkat kerah baju Raihan lalu di hantam kan nya sebuah pukulan dari kepalan tangan Aldy kepada Raihan. lagi dan lagi, Aldy menambah beberapa pukulan lagi. Raihan menerima pukulan Aldy tanpa perlawanan. karena baginya pukulan itu tidak menghapus rasa nikmat yang telah ia rasakan terhadap Shally, "kenapa lo gk ngelawan hah?" tanya Aldy kesal terhadap Raihan. namun Raihan tidak menjawabnya. justru Raihan malah tertawa. yang membuat Aldy semakin kesal saja. Aldy meminta penjelasan dari Raihan. kenapa Raihan sampai tega melakukan nya pada Shally. tapi Raihan malah membalikkan keadaan. "memangnya siapa wanita itu? apa dia pacarmu? atau istrimu? aku kira dia hanya wanita yang kau pungut dari pinggir jalan hanya untuk menemani tidurmu," "kurang ajar" Aldy kembali memukul Raihan dengan kemarahannya. dan kali ini Raihan tidak diam saja, dia melakukan perlawanan hingga mereka berdua sama sama terluka. untunglah Shally bergegas turun setelah ia selesai berpakaian, karena mendengar adanya perkelahian di lantai bawah. "ya tuhan,, Aldy , apa yang kalian lakukan?" Shally melerai mereka, Shally menarik Aldy keluar dari ruangan Raihan. "ya ampun Aldy, kamu tuh kenapa? kok bisa sih berantem kaya gini? emank nya gara gara apa? apa ada masalah antara kamu dengan dia?" Shally mengobati luka Aldy sambil terus menghujani Aldy pertanyaan pertanyaan yang tidak bisa ia jelaskan "iya, aku sangat marah dengannya" "tapi kenapa Dy? yang aku tau, Aldy yang aku kenal bukanlah Aldy yang suka melawan. Aldy yang aku kenal adalah Aldy yang pemaaf. udah ya marah nya!" bujuk Shally terhadap Aldy membuat hati nya tambah merasa bersalah. "tapi shally, aku membela kamu, dia sudah..." "membela aku? memang nya kenapa? kenapa bicara kamu terhenti Dy"? "ah.. itu, awalnya dia bertanya kenapa kamu menginap disini, kemudian dia mulai membicarakan yang tidak tidak tentang dirimu!" terpaksa Aldy berbohong pada Shally. itu semua ia lakukan agar Shally tidak merasa malu dan di lecehkan. "biar aku saja yang kau anggap rakus, biarlah. asalkan kamu tetap bahagia" batin Aldy "oh, masalah itu sudah lupakan saja, aku enggak apa apa kok. dia mau bilang aku ini apa. mungkin dia mendengar suaraku tadi malam dy. makanya dia berbicara seperti itu tentangku." Aldy spontan memeluk Shally dengan perasaan sakit di d**a nya.. keadaan akan berubah jika Shally tau yang sebenarnya . "ya udah makan dulu yu," ajakan Shally sambil menarik tangan Aldy menghampiri kotak makanan yang Aldy simpan di meja kerja nya selama mereka sarapan, Shally terus saja memerhatikan wajah Aldy yang masih terlihat marah, namun juga terlihat ada kesedihan di matanya. Shally jadi merasa tidak enak. hanya karena membela nya, Aldy sampai berkelahi dengan teman kerjanya. Shally merasa begitu menyesal. "kamu udah selesai makan nya?" biar aku antar kamu ke tempat kerja ya.." "iya," Aldy mengantar Shally ke toko tempat ia bekerja. sesampainya disana, Aldy turun dari mobil nya lebih dulu dan kemudian membuka kan pintu untuk Shally, perhatian nya membuat Shally membeku. Shally keluar dengan tangan disambut oleh tangan Aldy. kemudian Shally memeluk Aldy dengan perasaan penuh harap. "seandainya saja kau adalah kekasih ku, aku akan lakukan apapun untuk bisa terlepas dari david, dan aku akan selalu menjaga hatimu" ucap Shally dalam hatinya begitu pilu. dia hanya dapat berharap, mungkin satu saat nanti Aldy dapat merubah status hubungan nya ini lebih dari seorang teman. karena jika dapat memilih, tentulah Shally akan memilih Aldy yang masih sendiri, bukan David yang telah memiliki istri dan seorang anak... "shally, udah dong peluknya, malu dilihat orang." "biarin, biar semua orang tau perasaan aku tuh seperti apa." "emank perasaan kamu kenapa sayang?" tanya Aldy sambil mengelus rambut Shally yang terurai panjang. ""udah deh aku mau ke toko aja, kamu mah... gak pernah peka" Shally menjawab sambil melepaskan pelukannya dengan kesal dan memalingkan wajahnya. sambil tersenyum, Aldy melambaikan tangan nya "hati hati ya, jaga diri, jaga makan juga ya, kalo ada apa apa hubungin aku oke! tegas Aldy kepada Shally seperti akan pergi jauh saja. ##bersambung## teman teman pembaca semua, jangan pernah bosan untuk menunggu update terbaru nya ya, terima kasih
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD