Become A Future Wife

1917 Words
"A-apa?!"  Teriakkan Anna yang begitu kencang menggema ke sudut ruangan itu dengan sempurna. Dan tanpa ragu lagi, Anna pun melayangkan tatapan nyalang ke arah Alex. Sedangkan Alex yang melihat dan mendengar respon gadis muda itu hanya bisa diam dengan ekspresi dingin yang sama.  Dengan kemarahan yang berkobar di hatinya, Anna pun segera melepaskan cekalan tangan Alex dengan kasar. "Hey dengar ya Tuan Alexander Zac McKenzie yang terhormat! Kau kira kau itu siapa ha?! Berani sekali kau meminta hal seperti itu dengan mudahnya! Apa kau pikir pernikahan itu adalah hal yang bisa dipermainkan?” tanya Anna dengan begitu emosi. “Daripada aku menikah denganmu lebih baik aku berhenti saja dari pekerjaan ini!" sambung Anna. Anna akui jika ia adalah gadis yang mengagumi sosok Alex. Tapi itu bukan berarti Anna akan menjelma menjadi gadis murahan yang akan menerima tawaran semacam ini. Dengan emosi yang masih memuncak, Anna pun melepaskan apron putih yang melekat di pinggangnya beserta dengan penutup kepala dengan warna senada. "Ini!!! Dan juga ini!!! Mulai saat ini aku berhenti bekerja di mansion ini sebagai pelayan pribadi Anda! Saya permisi!" ujar Anna dengan ketus lalu membalikkan badan—berniat meninggalkan kamar itu. Tapi baru tiga langkah Anna melangkah tiba-tiba saja Alex sudah berdiri tepat di depannya. "Apa dia mempunyai kekuatan supranatural? Kenapa dia cepat sekali berpindah tempat?!" gumam batin Anna ketika langkahnya terhenti karena tubuh besar Alex. "Apa lagi maumu Tuan?!" tanya Anna ketus, Alex pun menyunggingkan senyum tipisnya ke arah Anna.Anna yang baru pertama kali melihat senyum Alex pun terpana ketika melihat wajah Alex yang sedang seperti itu. "Kenapa dia tampan sekali sih?!! Huh jika aku lebih lama lagi disini,bisa-bisa aku menarik pengunduran diriku tadi.Oh baiklah Anna jangan fikirkan senyuman pria ini,dia berbahaya!"gerutu batin Anna mencoba memperingatkan. "Terpesona heh?"ujar Alex dengan nada mengejek.Anna yang tersadar langsung memasang ekspresi seperti yang awal ia lakukan. "A-apa?Terpesona?Memangnya siapa yang akan terpesona dengan orang sepertimu Tuan?! Aku bahkan tidak terpesona sedikit pun! Sudah sana minggirlah!"elak Anna mencoba menutupi kenyataan. "Tidak terpesona?Kalau begitu kenapa tadi kau memandangiku sangat lama?"ujar Alex datar seperti biasanya.Anna yang mendengarnya kini harus sedikit menundukkan kepalanya guna menyembunyikan rasa malu yang kini ia rasakan. "Sudahlah Tuan,jangan halangi jalanku."ujar Anna,lalu ia pun mulai melangkah ke arah kanan untuk menghindari tubuh Alex tapi baru selangkah dia ke kanan,Alex juga ke kanan.Anna masih bersabar,lalu ia mulai mencoba melangkah ke kiri,tapi lagi-lagi Alex mengikutinya tiada henti. Anna yang mulai kesal pun kini menghela nafas panjang,lalu mendongakkan kepalanya menatap wajah Alex yang kini tampak menyunggingkan senyum yang menyebalkan menurutnya. "Apa maumu sebenarnya Tuan?!"geram Anna sambil mengepalkan tangannya. Sedangkan Alex tampak sangat santai memandangi seorang gadis yang kini sedang menahan emosi di depannya "Bukankah kau tahu apa yang aku inginkan tadi Allianna?Menikahlah denganku."ujar Alex seolah memancing amarah Anna. "Kenapa kau ingin aku menikah denganmu huh?!Jika Tuan ingin menikah,maka nikahilah pria yang tadi pagi itu atau siapapun yang ada di dunia ini,tapi jangan aku!"teriak Anna dengan nafas yang terengah-engah. "Kenapa kau tidak ingin menikah denganku?"tanya Alex. "Lalu kenapa Tuan mau menikah dengan ku jika Tuan tau kalau aku tidak ingin menikah dengan Tuan?"tanya balik Anna kepada Alex. "Karena kau satu-satunya wanita yang tidak membuatku sensitive selain ibuku dan juga....aku sekarang sedang membutuhkan bantuanmu."ujar Alex yang membuat Anna menatap ke arahnya dengan pandangan tak percaya. "Apa maksudmu Tuan?"tanya Anna. "Ya alasanku memilihmu sebagai pelayan pribadiku di hari pertama kau masuk kesini adalah karena aku tidak merasa terganggu dengan kehadiranmu,biasanya aku akan selalu terganggu dengan kehadiran orang asing apalagi jika itu wanita, tapi aku tidak merasakan itu,jadi ya aku memilihmu langsung saat itu."ujar Alex dengan jujur, yang dikatakan Alex itu memang benar adanya,ia sendiri pun tidak mengerti akan hal itu. "Lalu kenapa aku harus menikah dengan Anda?"tanya Anna,tapi kali ini emosinya sudah kembali stabil dan ia sekarang sudah menjadi Anna yang seperti biasanya. "Karena ibuku yang memintaku untuk segera menikah dengan seorang wanita,dengan cara itulah aku bisa menikah dengan Matt."jawab Alex yang semakin membuat Anna mengerutkan keningnya tidak mengerti. "Aku masih tidak mengerti."jawab Anna polos,Alex pun tidak ingin mengatakan hal itu lebih jauh lagi,karena ia yakin jika ia mengatakan semuanya maka Anna tidak mau menikah dengannya. "Sudahlah ini memang sulit di mengerti,tapi ku mohon padamu,menikahlah denganku."ujar Alex memelas.Anna pun nampak gusar dengan permintaan itu. "Maafkan aku Tuan,tapi aku tidak bisa menjawabnya sekarang,ini menyangkut kehidupanku dan kehidupanmu kelak."ujar Anna memberi pengertian kepada Alex. "Kau tenang saja,hidupmu akan bebas seperti biasanya begitu juga aku dan Mathhew,hanya saja kau akan menyandang nama keluarga McKenzie di akhir namamu,kehidupanmu juga akan terjamin dan juga ini hanya untuk satu tahun."ujar Alex meyakinkan Anna. "Tapi.... " "Ku mohon padamu jika sekarang kau tidak menjawabnya maka aku tidak bisa menikahi Matt,dan ibuku pasti akan menjodohkan ku dengan model-model menjijikan itu, ku mohon Allianna tolonglah aku."ujar Alex sambil berlutut ke arah Anna dengan wajah yang sangat memelas.Anna yang polos pun dibuat tidak tega melihatnya. "Hhh..... Baiklah aku menerimanya Tuan.p"ujar Anna dengan menghela nafas panjang.Anna menerima lamaran mendadak secara kilat ini karena ia paling tidak bisa melihat seseorang memohon dengan wajah menyedihkan. Tapi itu bukan berarti Anna dengan mudahnya menerima lamaran seseorang karena tampang kesedihannya.Anna menerima lamaran Alex karena ia berfikir jika tidak ada salahnya ia membantu Tuannya mendapatkan kebahagiaan. Lagipula selama satu minggu ia bekerja disini,Alex sudah menunjukkan sifat yang menurut Anna tidak tergolong buruk....ya meskipun terkadang majikannya itu bisa emosi secara tiba-tiba dan berkata dingin yang tak jarang membuatnya merinding bukan main. Alex yang mendengar perkataan Anna  pun seketika bangun dan menatap wajah Anna dengan girang. "Kau menerimanya?Kau serius?!"ujar Alex dengan wajah yang tidak percaya bercampur kegirangan. Anna yang geli melihatnya pun tersenyum tipis lalu mengangguk pelan. Alex yang merasa sangat gembira tiba-tiba saja memeluk Anna dengan erat.Anna merasa sangat terkejut ketika Alex tiba-tiba memeluknya,jantungnya menjadi berdetak tak karuan saat ini. "Terima kasih banyak Allianna aku benar-benar senang sekarang!"ujar Alex di sela-sela pelukkannya,Anna pun hanya bisa diam lalu sedikit menganggukkan kepalanya.Setelah itu Alex melepaskan pelukkannya dan menatap Anna. "Jadi mulai saat ini kau adalah calon istriku!"ujar Alex yang membuat Anna menjadi malu ketika Alex menyebutkan kata calon istri. Mimpi apa dia semalam hingga sekarang bisa menjadi calon istri pria yang paling diidamkan oleh seluruh wanita? "Aku yang akan menyiapkan pernikahannya,minggu depan dapat ku pastikan kau sudah menyandang nama McKenzie di belakang namamu,namamu akan berubah menjadi Allianna Estelle McKenzie."ujar Alex dengan senyum yang mengembang di wajahnya. "Kalau begitu aku akan kembali ke kamarku sekarang."ujar Anna,tapi sebelum melangkah keluar Anna mengambil apron dan penutup kepala itu,baru saja Anna akan memasangkannya kembali,Alex dengan segera menghentikan gerakan tangannya. "Ada apa Tuan?"tanya Anna yang melihat Alex mencekal tangannya yang akan mengikatkan tali apron ke pinggang rampingnya. "Kau tidak memerlukan itu lagi karena sekarang kau bukan pelayanku melainkan CALON ISTRIKU dan jangan kembali ke tempat para maid,tidurlah disini mulai malam ini."ujar Alex yang membuat Anna membulatkan matanya. "Apa?!Tapi...." "Sudahlah turuti saja apa kataku,dan besok aku akan mengumumkan pernikahan kita secara resmi ke publik."ujar Alex yang membuat Anna terdiam sebentar lalu mengangguk pasrah bercampur keterpaksaan. Anna pun tidak jadi memakai apron dan penutup kepala itu,ia melipatnya kembali dan meletakkannya di meja. Anna mulai berjalan dan memberesi kamar Alex yang sedikit berantakan.Alex mengerutkan keningnya ketika melihat Anna melakukan pekerjaan itu. "Apa yang kau lakukan Allianna?"tanya Alex. "Membersihkan kamarmu Tuan?"ujar Anna masih dengan membereskan perlengkapan Alex yang berserakan di lantai. "Berhentilah melakukan hal itu!Dan jangan panggil aku Tuan lagi,panggil aku Alex mulai sekarang!"ujar Alex dengan nada yang tidak suka.Anna pun tidak menghiraukan ucapan Alex dan melanjutkan kembali pekerjaannya. Alex mulai mengetatkan rahangnya ketika Anna mulai mengabaikannya, kalian tahu sifat Alex yang satu ini bukan?Dia tidak suka diabaikan ataupun dibangkang.Dengan segera Alex melangkah menuju Anna dan menarik tangan gadis itu hingga membentur dadanya. Anna hampir saja jatuh ketika Alex menarik tangannya tiba-tiba. "Kau tahu jika kau tidak suka di abaikan dan di bangkang kan Allianna??!"desis Alex dengan menakutkan. "Ya ampun apa pria ini gila?Tadi dia memohon padaku untuk menikah dengannya setelah itu ia pun bersikap baik tapi lihatlah sekarang jiwanya yang tadi pagi sudah kembali lagi!Huh akan kufirkan lagi saja untuk menikahinya"gumam dewi yang ada di hati Anna. "Kau mengabaikan ku lagi Allianna?"geram Alex yang membuat Anna menggelegkan kepalanya. "Bu-bukan begitu maksudku Tu...... Alex.Aku mendengarnya hanya saja aku merasa tanggung untuk menghentikan pekerjaan yang sebentar lagi selesai"jelas Anna.Tapi itu tidak membuat Alex membaik. Alex malah membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah ranjang besarnya itu.Alex meminum kopinya sedikit lalu naik ke atas tempat tidur dan bergelung dengan selimutnya sambil menghadap miring membelakangi Anna yang saat ini masih diam. "Huh jika satu setengah jam yang lalu saja aku menerimanya sebagai calon suami dan sikapnya sudah seperti ini,bagaimana nanti jika dia sudah menjadi suamiku? Aku tidak menyangka jika dia orang yang sangat sensitive."lagi-lagi batin Anna bergumam segera setelah itu Anna kembali menyelesaikan pekerjaannya.  Setelah selesai, Anna pun berjalan menuju ruang ganti pakaian dan mengganti pakaiannya.Beruntung Anna selalu memakai dua lapis pakaian,jadi ia tidak harus pusing  memikirkan harus memakai baju apa ketika tidur sekarang. Setelah mengganti pakaiannya,Anna berjalan menuju kamar mandi yang terhubung dengan ruang ganti itu,Anna membersihkan wajahnya dengan air lalu melepas gulungan rambutnya hingga rambut berwarna brunette nya tergerai indah sebatas pinggang. Anna pun keluar dan segera melangkahkan kakinya menuju sofa.Ya sofa,Anna cukup tahu diri untuk tidak satu ranjang dengan Alex yang baru saja menjadi calon suaminya satu setengah jam yang lalu. Sebelum tidur,Anna mematikan lampu kamar itu,dan mengambil selimut dari lemari Alex, jika kalian bertanya kenapa Anna bisa tahu semua letak ruangan dan benda yang ada di kamar Alex jawabannya mudah,itu karena Anna-lah yang setiap hari membersihkan ruang tidur,ruang kerja,bahkan ruang bersantai Alex. Lalu Anna pun membaringkan tubuhnya ke sofa putih yang empuk itu. Srekk..  Srekk Baru saja Anna akan memejamkan matanya suara berisik dari ranjang Alex membuat mata Anna kembali terbuka.Anna dengan segera menghidupkan lampu dan melihat Alex yang saat ini sedang terlihat gusar. "Ada apa?"tanya Anna kepada Alex,Alex pun nampak ragu-ragu menatap ke arah Anna karena pasalnya ia tadi sudah memarahi gadis yang baru beberapa jam yang lalu menjadi calon istrinya. "Aku tidak bisa tidur."gumam Alex pelan namun masih dapat di dengar oleh Anna.Anna pun nampak ingin mengatakan sesuatu tapi ia urungkan niatnya.Anna menyudahi pembicaraan itu dan mencoba untuk tertidur tapi.... Srekk Srekk Srekk Lagi-lagi suara sprei ranjang Alex bergesekan dengan tubuh tegap itu.Anna yang merasa tidak tega pun kembali terjaga dan mengubah posisinya menjadi duduk.Alex sontak melihat ke arah Anna. "Ingin ku nyanyikan lullaby tidur agar kau bisa tertidur nyenyak?"tanya Anna menawarkan diri.Anna nerasa gugup ketika menawarkan hal itu kepada Alex.Ia takut jika Alex malah memarihnya dan menganggapnya lancang. Namun sepertinya fikiran itu salah besar saat Anna melihat Alex dengan cepat menganggukkan kepalanya.Anna pun sontak tersenyum samar dan berjalan ke arah Alex dan duduk dipinggir ranjang itu.Ia bersiap menyanyikan lagu pengantar tidur untuk Alex. I remember tears streaming down your face When I said, "I'll never let you go." When all those shadows almost killed your light I remember you said, "Don't leave me here alone," But all that's dead and gone and passed tonight Just close your eyes The sun is going down You'll be alright No one can hurt you now Come morning light You and I'll be safe and sound Alex mulai menikmati suara merdu Anna yang mengalun indah di telinganya,sejak kecil ia sangat mengimpikan di nyanyikan lagu tidur seperti ini oleh ibunya,tapi itu tidak pernah terjadi,dan sekarang impian masa kecilnya itu terwujud,ini adalah pertama kalinya ada seseorang yang menyanyikan lullaby tidur untuknya. "Allianna bolehkah aku memelukmu?"tanya Alex,Anna awalnya terkejut mendengar permintaan Alex.Namun ketika ia  menatap mata Alex yang nampak terlihat sendu sekarang,Anna pun akhirnya mengangguk dan naik ke atas ranjang Alex. Alex langsung memeluk perut Anna,Anna pun kembali bernyanyi sambil menepuk-nepuk pelan kepala Alex seperti anaknya.Anna tidak merasa canggung lagi dengan posisi ini,karena dulu ketika ia hidup di panti asuhan banyak anak-anak panti yang akan memeluknya seperti Alex memeluknya sekarang hingga mereka tertidur mendengar nyanyian Anna. Disisi lain,Alex tidak bisa memungkiri jika ini adalah hal ternyaman sepanjang hidupnya,dia seperti kembali ke masa kecilnya yang sepi dengan sejuta angan yang akan tertidur dengan lullaby.Dan impiannya untuk tertidur karena nyanyian lullaby dari seseorang kini dapat terwujud.Meskipun wanita yang saat ini menyanyikan lullaby untuknya bukanlah ibunya melainkan calon istrinya. Alex tersenyum senang ketika mengingat bahwa Anna-lah yang menjadi calon istrinya dan melupakan sejenak suatu hal yang tadi sempat mengganggu fikirannya. Mereka berdua pun tertidur dengan posisi Anna memeluk kepala Alex dan meletakkan kepalanya di atas kepala Alex.Dan Alex yang memeluk erat pinggang Anna dan meletakkan kepalanya diantara perut rata gadis itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD