DOKTER bilang aku tidak boleh bekerja dulu. Ia memerintahkan agar aku rutin makan sayuran dan minum obat penambah darah. Syukurlah hari ini aku tidak selemas kemarin. Mama bilang akan datang secepatnya jika pekerjaannya sudah kelar. Lagi-lagi soal pekerjaan. Apa ia tak bisa meninggalkan sebentar saja pekerjaan itu untuk mengurus putrinya? Aku harus melakukan segalanya mandiri. Sakit tidak akan membuatku menjadi anak manja. Bel rumah berbunyi di luar. Berjalan cepat, aku meninggalkan gelas yang tadinya hendak kugunakan untuk minum dan membukakan pintu. Mataku membeliak sebentar melihat Rinai berdiri di hadapanku dengan senyum merekah. Di tangannya terdapat kantong belanjaan yang lalu dipamerkan di depanku. “Hai, aku dengar kamu sakit, ya?” Apa urusannya kalau aku sakit? Kukerjapkan matak

