Hukuman

1331 Words

Matahari sudah tenggelam ketika suara mesin mobil terdengar berhenti di depan mansion. Ara yang sejak tadi mondar-mandir di kamarnya langsung membeku di tempat. “Oh gawat. Dia pulang.” Ara menarik napas panjang, lalu menampar pipinya pelan. “Santai Ara, santai lo tinggal pura-pura tidur atau pura-pura nggak ada di rumah. Bisa lah.” Pintu depan terbuka. Langkah sepatu Xavier terdengar berat lambat dan terlalu tenang untuk ukuran lelaki yang biasanya penuh emosi. Ara langsung panik. “Aduh aduh… gue harus sembunyi di bawah tempat tidur? Atau pura-pura mati sekalian?” Ia baru mau lari ke arah lemari ketika ponselnya bunyi. Siapa lagi kalau bukan Xavier. Ara menatap layar ponselnya sambil menelan ludah. Xavier: Baby, turun. Ara langsung geleng-geleng. “Nggak mau…” Belum sempat ia m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD