Kita Selamanya

1492 Words

Udara di mansion terasa berat dengan keheningan yang hanya dipecahkan oleh napas pelan kedua orang itu. Lampu hangat dari lampu gantung menciptakan bayangan lembut di dinding, menyoroti setiap lekuk wajah mereka, setiap helai rambut yang jatuh di bahu Ara, dan setiap tatapan penuh emosi Xavier. Meski ketegangan malam sebelumnya masih tersisa, kini berubah menjadi perasaan yang lebih mendalam, lebih rumit, tapi lebih menenangkan di bawah permukaan yang panas itu. Xavier masih menempelkan pipinya ke kepala Ara, tangan kanannya menelusuri punggung istrinya dengan lembut, memastikan tidak ada bagian tubuhnya yang terasa sakit atau tegang. Ara menutup mata, membiarkan setiap sentuhan menjadi penawar bagi luka kecilnya, tetapi juga sebagai pengikat emosional yang semakin erat. “Xav… kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD