Malam Pertama++

1166 Words

“Xav shhh Ughh…..” Lampu-lampu taman diredupkan, penjagaan sudah dilepas seperti perintah Xavier, tapi bangunan tua itu tetap berdiri dengan kewaspadaan yang diwarisi dari puluhan tahun darah dan sumpah. Di lantai atas, kamar pengantin diterangi cahaya lampu meja yang lembut bukan cahaya perang, melainkan cahaya rumah yang tenang.” Ara masih terjaga. Ia berbaring setengah menyamping, selimut menutup tubuhnya sampai d**a. Jantungnya berdetak lebih cepat daripada pikirannya sendiri. Bukan takut lebih tepatnya gugup oleh sesuatu yang sah, yang baru, yang akhirnya diizinkan oleh dunia. Di sampingnya, Xavier duduk bersandar di sandaran ranjang, satu kaki turun ke lantai, bahu telanjang setelah melepas kemeja. Tangannya bertaut dengan tangan Ara, ibu jarinya mengusap pelan, ritmis, mene

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD