Pagi itu, mansion tidak bangun dengan damai. Ia bangun dengan ketegangan yang sopan seolah seluruh bangunan tahu hari ini bukan hari biasa, tapi juga tidak berani ribut. Hari ini, Xavier menikah. Dan paran elit dunia bawah memilih diam. Bukan karena menghormati. Tapi karena tahu hari ini bukan waktu yang tepat untuk cari mati. Di dapur, aroma kopi hitam bercampur dengan suara langkah cepat. Pengamanan berlapis. Orang-orang yang jarang terlihat siang hari sekarang muncul dengan pakaian rapi tapi mata mereka tetap mata perang. Ara turun pelan. Gaun belum dikenakan. Rambut masih diikat seadanya. Ia terlihat sangat cantik dengan kesederhanaan itu. Dan justru itu yang bikin Xavier yang sedang berdiri di dekat jendela menoleh dan menatapnya lama. “Kenapa lihat aku kayak mau nyerang?” tany

