Obsesi Apa Cinta?

1751 Words

Keesokan paginya, Ara terbangun dengan rambut berantakan dan mata sedikit sembap. Malam sebelumnya terlalu melelahkan: Xavier memaksa tidur bersamanya di satu kasur walau tidak melakukan apa-apa selain memeluknya seperti koala gila yang takut kehilangan batang pohon. “Bangun, baby.” suara Xavier terdengar pelan, tapi tetap dengan nada arogan yang bikin Ara ingin menendangnya dari tempat tidur. Ara menggeliat, menatap wajah Xavier yang terlalu dekat. “Lo ngapain natap gue kayak gitu? Menyeramkan tau gak?” Xavier tersenyum kecil. “Aku suka lihat kamu tidur. Kamu imut.” “Amit-amit.” Ara langsung menarik selimut menutupi wajah. Namun Xavier malah menarik selimut itu dengan mudah. “Bangun. Kita sarapan. Terus kita bicara soal pernikahan.” Ara langsung terduduk kaget. “Kayaknya lo belum pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD