Minta Jatah

1659 Words

Ucapan Ara itu datang tanpa aba-aba, pelan, nyaris berbisik, tapi cukup untuk membuat Xavier berhenti bernapas sepersekian detik. “Xav… kamu harus tahu satu hal. Asi ku keluar lagi.” Ruangan yang tadinya diisi suara sendok dan piring mendadak terasa sunyi. Xavier menatap Ara, bukan dengan tatapan pria yang sedang bercanda, melainkan suami yang insting protektifnya langsung bangkit. “Keluar lagi?” ulangnya, suaranya rendah. “Padahal beberapa minggu ini nggak, kan?” Ara mengangguk kecil. Wajahnya memerah, bukan malu sepenuhnya lebih ke campuran bingung dan heran. “Iya. Aku juga kaget.” Xavier bangkit dari kursinya tanpa drama. Ia mendekat, berlutut di depan Ara agar posisi mata mereka sejajar. Tangannya menyentuh pergelangan tangan Ara, sekadar memastikan, seperti kebiasaannya saat in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD