Hama Masih Ada

1158 Words

Pagi di mansion tidak pernah benar-benar santai bagi Xavier. Cahaya matahari baru saja menyentuh jendela kamar ketika ia sudah bangun, mengenakan kemeja gelap dan jam tangan di pergelangan. Di meja kecil, ponsel dan tablet menyala bersamaan. Agenda rapat hari ini padat pemegang saham, pembahasan tender proyek lintas negara, dan satu keputusan strategis yang akan menentukan arah bisnis enam bulan ke depan. Namun fokus Xavier tidak sepenuhnya ada di layar. Ara. Istrinya berdiri di tengah kamar, rambutnya masih sedikit berantakan, mengenakan kaus tipis dan celana hotpantas. Ia tampak terlihat seksi. Xavier melirik jam. “Ara.” Ara menoleh. “Hm?” “Kamu jangan lari-lari hari ini.” Ara mengernyit. “Aku cuma di rumah aman aja sayang gak akan jatuh juga.” “Itu bukan alasan, kalau kamu ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD