Tentu saja Xavier berteriak keras jambakan Ara ini gak main main solanya, namun ide cemerlang muncul di otaknya. Dengan cepat Xavier menggigit pucuk squisy Ara mungkin karna saking gemasnya ia melihat itu seperti mainan. "Huaaaa sakit Xavier lepasin sakit, gak kira kira kamu tuh ya. Kamu pikir ini mainan hah? lihat asinya jadi merembes kemana mana kan, dasar cowok gila...!" omel Aras dengan raut wajahnya marahnya. "Makanya jangan nakal, tangganya lepas jangan jambak kaya gitu sakit baby." sahut Xavier. "Terserah kamu baby, aku butuh asupan nutrisi, aku bisa mati kalau gak minum asi. Aku suka asi kamu baby, manis sedikit asin. Aihh segernya." ucap Xavier sambil kembali menjadi lagi. Kepala Ara rasanya mau pecah entah kenapa ia bisa ketemu cowok segila ini, kenala aja enggak usah ngekla

