Orangtua Toxic

976 Words

Kedua mata Ara membelalak, tubuhnya tegang seraya ia menatap cermin yang memperlihatkan leher dan squisy nya. Warna ungu lembut tampak jelas di kulitnya tanda kepemilikan yang tanpa izin dibuat Xavier, lelaki yang kini menjadi pusat kemarahannya. "XAVIER GILA!!" teriaknya dengan keras, suara yang bergema di ruangan kosong apartemennya. Kesadaran penuh telah ia miliki tentang siapa yang bertanggung jawab atas tanda itu, dan hatinya dipenuhi amarah yang membara. "Gue bakalan bejek-bejek wajah tampannya itu begitu dia pulang kerja nanti," geram Ara, tangannya terkepal erat. Namun, tiba-tiba ia tersentak, menyadari kata-katanya sendiri. "Aihh Ara, bodoh banget lo. Ngapain lo bilang dia tampan. Gak, dia itu jelek! bahkan sangat jelek. Mirip babi" katanya, mencoba menghibur diri sendiri dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD