39. Jalan Pintas

1588 Words

Pada pagi hari berikutnya, Barra sudah berada di Surabaya. Dia duduk di kursi penumpang belakang, dijemput oleh sopir yang memang akan mengantarkannya ke tempat tinggal sementaranya selama dia menangani project di kota itu. Beberapa rekan timnya mungkin akan menyusul esok hari karena Barra ingin memastikan semuanya siap sebelum dia memulai pekerjaan. Tatapan matanya memang mengarah ke jalanan setelah meninggalkan bandara, namun pikirannya tidak sepenuhnya berada di tempat itu. Ada satu hal yang terus menghantui, yaitu proses perceraian Aura yang belum juga selesai. Dia tahu sidang berikutnya akan menentukan banyak hal, termasuk hak asuh Zoya, dan di balik itu semua ada Tharik yang masih saja mempersulit. Barra teringat sesuatu yang pernah dikatakan Salma waktu mereka bertemu beberapa ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD