Pagi itu, langit tampak berwarna abu-abu pucat. Awan menggantung rendah seolah menahan tangis yang belum turun. Di pelataran pengadilan, orang-orang datang silih berganti. Sebagian menggandeng pengacara, sebagian datang sendiri dengan wajah penuh beban. Aura berdiri di tangga pengadilan dengan map cokelat di tangan. Angin membawa aroma hujan yang belum jadi, membuat ujung rambutnya berayun pelan. Di sampingnya, Salma berjalan dengan langkah mantap, mengenakan jas hitam dan kemeja putih. Rambutnya disanggul rapi seperti biasa. “Sidang hari ini akan singkat,” ucap salma tanpa menoleh, “kita lihat dulu apakah pihak tergugat hadir atau tidak seperti janjinya. Dan jika dia tidak hadir serta hakim menyetujui, kita akan masuk ke sidang verstek dua minggu lagi. Tapi aku sudah siap dengan semua d

