"Saya minta cari Amanda sampai dapat. Kalau perlu bawa ibunya sekalian!" titah Aninda begitu murkanya melihat Afida yang tertangkap radar netranya tengah bercakap-cakap dengan Yogi. "Ta-tapi nyonya, bukan—" potong salah seorang pria suruhan Ninda, bermaksud menghalau niat jahat Aninda. "Sudah, jangan banyak membantah! Kamu di sini dibayar cuma buat eksekutor apapun rencanaku!" tegas Aninda, membuat pria itu semakin bergidik ngeri. Merontokkan maksud hatinya yang menghendaki Aninda mengendorkan maksud jahat. Volume suara Aninda yang begitu kencang tak ayal membuat Affandi yang tengah menyiapkan baju kerjanya, harus rela terjeda sejenak. Terlebih lagi tadi radar indera pendengarannya tak sengaja mendengar perkataan Ninda soal eksekutor segala niatnya. Membuat Affandi tanpa pikir panjang b

