Janji Itu

1133 Words

Tak terasa sebentar lagi Amanda akan tiba di stasiun tujuan. Gadis berhijab itu segera berlari ke toilet kereta, demi menafikan wajahnya yang terlihat sembab karena menangis. Lantas bersiap-siap untuk turun dari kuda besi panjang itu. Amanda menyunggingkan senyuman manis di wajahnya ketika dari balik jendela, ia melihat sang kakak tengah melambaikan tangan ke arahnya. Senyuman yang ceria itu kini bisa Manda lihat lagi. "Ya ampun Manda adikku. Cantik banget sih," sambut Nindy seraya membingkai wajah adiknya yang telah tidak ia temui hampir lima tahun lamanya. Tanpa ragu, Amanda membalas pelukan Sang Kakak, seakan mencurahkan rindu yang ia pendam cukup lama. Tangis haru tak pelak keluar dari iris matanya yang indah. "Yaudah yok, pelukannya dilanjut nanti aja. Malu kalau dilihatin orang,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD