Blessing In Disguise

1139 Words

"Manda berangkat dulu ya, Ma. Jaga diri baik-baik di rumah," bisik Amanda lembut di telinga Afida. Membuat perempuan yang telah melahirkannya menangis sesenggukan. "Gak apa-apa, Ma. Meski kita terpisah jarak dan ruang, tetapi hati kita tetap dekat kok," ucap Manda sesaat sebelum ia berjalan menuju ke gerbong kereta. "Mas Fandi dan Yogi, aku cabut sekarang yah. Itu keretanya sebentar lagi jalan," pamit Manda seraya melambaikan tangannya. Lalu gegas melangkah lebar, seiring lelaki pengatur perjalanan kereta api akan meniup peluit. Tepat sesudah Amanda melangkah ke dalam gerbong, pintu otomatis kuda besi panjang tertutup. Disusul dengan dibunyikannya peluit oleh Sang Masinis. Menjadi pertanda kereta akan berangkat. "Maafkan Manda, Ma. Manda terpaksa melakukan ini semua," lirih gadis be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD