Amanda kembali melirik jam tangannya. Lima menit lagi kereta yang tertulis di tiketnya dijadwalkan akan segera berangkat. Resah jelas terlihat pada sikap tubuhnya. Ia menegakkan tubuhnya, mencari tahu kalau ada ruang kosong yang bisa ditempati mobil Yogi. "Yah, pada ngumpul di sini kendaraannya, Hon," ucapnya yang mulai frustasi karena macet tidak kunjung berakhir. "Apa sebaiknya aku—" "Gak usah. Ini loh udah mulai gerak lagi mobilnya," tutur Yogi memotong ucapan Manda, seakan tahu apa yang Manda maksudkan. Menyewa ojek online untuk mengantarnya ke stasiun. Yogi kini kembali memacu mobilnya. Karena perjalanan tadi sempat terhambat cukup lama, mau tidak mau Yogi menginjak pedal gas lebih dalam. Agar kuda besinya melaju lebih cepat. Demi menyelamatkan Sang Kekasih Hati dari ketertinggal

